News

Mohan Roliskana Masuk 10 Besar Nasional Anugerah Kebudayaan PWI 2026

×

Mohan Roliskana Masuk 10 Besar Nasional Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Sebarkan artikel ini
Mohan Roliskana Masuk 10 Besar Nasional Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Mataram, Jurnalekbis.com – Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, berhasil menembus babak final Anugerah Kebudayaan (AK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2026. Ia menjadi salah satu dari 10 kepala daerah terbaik di Indonesia yang dinilai berhasil mendorong pemajuan kebudayaan di daerahnya dan berhak mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri nasional.

Keberhasilan tersebut menempatkan Mataram sejajar dengan sejumlah daerah lain yang dinilai memiliki terobosan kuat dalam pengelolaan kebudayaan berbasis kearifan lokal dan inklusivitas sosial. Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani, membenarkan pencapaian tersebut. Ia menyebut Wali Kota Mataram telah memastikan kesiapan untuk hadir langsung dalam sesi presentasi di Jakarta.

Baca Juga :  Gempa Bumi M 4,9 Guncang Bekasi, Terasa hingga Jakarta dan Tangerang

“Insya Allah Pak Wali dipastikan hadir. Kami juga sudah berkoordinasi dengan PWI NTB untuk mematangkan materi presentasi agar bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Ramadhani, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, masuknya Kota Mataram ke tahap final merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang dilakukan oleh tim juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat. Penilaian mencakup dokumen kebijakan daerah, video pendukung, hingga Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang disusun secara komprehensif.

Sementara itu, Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menyampaikan bahwa seleksi dilakukan secara mendalam dan objektif. Setiap daerah dinilai berdasarkan konsistensi kebijakan, inovasi, serta dampak nyata terhadap masyarakat.

“Berkas yang kami terima sangat tebal, mencakup regulasi daerah, program kebudayaan, hingga implementasi di lapangan. Semua itu kami telaah secara detail,” kata Yusuf dalam keterangan resminya, Kamis (1/1/2026).

Baca Juga :  Cegah Pernikahan Dini, IWAPI NTB Gelar Edukasi di Sekolah dan Pondok Pesantren

Dalam ajang ini, Wali Kota Mataram bersaing dengan dua wali kota lainnya, yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Sementara tujuh nominator lain berasal dari kalangan bupati, antara lain dari Lampung Utara, Temanggung, Manggarai, Blora, Labuhanbatu, Manokwari, dan Padang Pariaman.

Tahun ini, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.” Kota Mataram mengusung subtema penguatan keragaman ekspresi budaya serta pembangunan interaksi sosial yang inklusif, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sesuai agenda, H. Mohan Roliskana dijadwalkan mempresentasikan visi dan capaian kebudayaan Kota Mataram pada 8–9 Januari 2026 di Kantor PWI Pusat, Jakarta. Ia akan diuji oleh dewan juri lintas profesi, di antaranya budayawan Sudjiwo Tejo, pakar tari Dr. Nungki Kusumastuti, pengamat seni Agus Dermawan T, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, serta Yusuf Susilo Hartono.

Baca Juga :  Kreativitas Calon Jamaah Haji Lombok Tengah: Koper Berhias Benda Unik dan Penuh Warna

Yusuf menegaskan, meski kepala daerah boleh membawa rombongan pendamping, seluruh proses penilaian tetap dilakukan secara independen. “Pendamping hanya sebagai saksi, tidak diperkenankan membantu saat pendalaman materi,” tegasnya.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang telah digelar sejak 2016 ini diharapkan terus menjadi pemantik lahirnya kebijakan kebudayaan yang adaptif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sejumlah kepala daerah yang pernah meraih penghargaan ini bahkan tercatat melanjutkan kiprah mereka di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *