Pertanian

Hidroponik Jadi Solusi Bertani di Pekarangan Sempit Perkotaan

×

Hidroponik Jadi Solusi Bertani di Pekarangan Sempit Perkotaan

Sebarkan artikel ini
Hidroponik Jadi Solusi Bertani di Pekarangan Sempit Perkotaan

Jurnalekbis.com – Bertani tak lagi identik dengan lahan luas dan tanah subur. Di tengah keterbatasan ruang perkotaan, metode hidroponik kini menjadi pilihan banyak masyarakat untuk menanam sayuran sehat langsung di pekarangan rumah. Selain praktis, hidroponik dinilai lebih efisien, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh pemula.

Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Tanaman tumbuh dengan memanfaatkan air yang telah dicampur nutrisi khusus. Metode ini memungkinkan siapa pun menanam sayuran meski hanya memiliki halaman sempit, teras rumah, bahkan balkon.

Sejumlah pegiat urban farming menyebutkan, minat masyarakat terhadap hidroponik meningkat seiring kesadaran akan pentingnya pangan sehat dan kemandirian pangan keluarga. Sayuran seperti selada, pakcoy, kangkung, bayam, hingga sawi menjadi jenis tanaman yang paling banyak dibudidayakan karena mudah tumbuh dan masa panennya relatif singkat.

Baca Juga :  Dari Lombok Barat, Prabowo Resmikan Kembalinya Swasembada Pangan Nasional

Langkah pertama memulai hidroponik di pekarangan rumah adalah memilih sistem yang sederhana. Sistem wick atau sumbu menjadi yang paling direkomendasikan bagi pemula. Sistem ini tidak memerlukan listrik maupun pompa air, sehingga biaya awal relatif murah dan perawatannya mudah. Selain itu, sistem rak bertingkat juga dapat dimanfaatkan untuk menghemat ruang.

Pemilihan wadah tanam menjadi faktor penting. Botol plastik bekas, gelas air mineral, atau pipa paralon sering digunakan sebagai media tanam. Selain ekonomis, pemanfaatan barang bekas juga membantu mengurangi limbah rumah tangga. Media tanam yang umum dipakai antara lain rockwool, arang sekam, atau cocopeat yang berfungsi menopang akar tanaman.

Tahapan berikutnya adalah penyemaian benih. Benih sayuran disemai terlebih dahulu hingga muncul daun sejati sebelum dipindahkan ke instalasi hidroponik. Proses ini biasanya memakan waktu 7–14 hari, tergantung jenis tanaman. Setelah itu, tanaman dipindahkan dan diberi larutan nutrisi sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga

Nutrisi hidroponik menjadi kunci keberhasilan. Larutan nutrisi AB Mix umumnya digunakan karena mengandung unsur hara lengkap yang dibutuhkan tanaman. Takaran nutrisi harus disesuaikan dengan usia tanaman dan jenis sayuran agar pertumbuhan optimal dan tidak menyebabkan tanaman layu.

Perawatan tanaman hidroponik tergolong sederhana. Pemilik hanya perlu memastikan larutan nutrisi tidak habis, menjaga kebersihan wadah, serta memastikan tanaman mendapat sinar matahari yang cukup, idealnya 4–6 jam per hari. Selain itu, penggantian larutan nutrisi secara berkala penting untuk mencegah pertumbuhan jamur dan lumut.

Hasil panen hidroponik dinilai lebih bersih dan segar karena minim kontak dengan tanah dan hama. Selain untuk konsumsi sendiri, banyak warga yang mulai menjadikan hidroponik sebagai peluang usaha rumahan dengan menjual sayuran segar ke lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Harga LPG 3 Kg di Dompu Tembus Rp30 Ribu

Dengan kemudahan dan manfaat yang ditawarkan, hidroponik di pekarangan rumah dinilai menjadi solusi bertani modern yang relevan di tengah keterbatasan lahan. Metode ini tak hanya mendukung gaya hidup sehat, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan skala rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *