Olahraga

Osvaldo Haay Mengamuk di Lapangan Berlumpur Sekotong, Golden Met Menang Telak 5–0

×

Osvaldo Haay Mengamuk di Lapangan Berlumpur Sekotong, Golden Met Menang Telak 5–0

Sebarkan artikel ini
Osvaldo Haay Mengamuk di Lapangan Berlumpur Sekotong, Golden Met Menang Telak 5–0

Lombok Barat, Jurnalekbis.com– Turnamen sepak bola Perang Bintang yang digelar di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Ajang ini menyedot perhatian publik setelah menghadirkan dua mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Osvaldo Haay dan Ferdinand Alfred Sinaga. Namun, hanya Osvaldo yang benar-benar turun ke lapangan, sementara Ferdinand batal bermain karena alasan tertentu.

Dalam laga yang berlangsung di lapangan dengan kondisi becek dan berlumpur, Osvaldo Haay tampil mengenakan kostum putih kesebelasan Golden Met FC dengan nomor punggung 21. Meski harus berjibaku dengan lapangan yang jauh dari ideal, Osvaldo tetap menunjukkan kualitasnya sebagai pemain profesional. Ia sukses menyumbangkan dua gol dan membawa Golden Met FC menang telak 5–0 atas Pengantap FC.

Sebaliknya, Ferdinand Alfred Sinaga yang semula dijadwalkan memperkuat Pengantap FC tidak diturunkan dalam pertandingan tersebut. Absennya mantan penyerang Timnas Indonesia itu membuat Pengantap FC tampil pincang dan akhirnya harus mengakui keunggulan Golden Met FC tanpa mampu membalas satu gol pun.

Baca Juga :  Marc Marquez Kembali Mengancam di Sachsenring, Bisakah Quartararo Menahan Dominasinya?

Usai pertandingan, suasana lapangan semakin semarak. Ratusan penonton, mulai dari anak-anak, remaja hingga kaum ibu, berbondong-bondong mendekati Osvaldo Haay untuk berfoto bersama. Bahkan, sejumlah warga tampak memberikan saweran sebagai bentuk apresiasi dan hiburan atas penampilan Osvaldo di lapangan. Momen tersebut menjadi pemandangan langka yang mengundang tawa dan antusiasme masyarakat Sekotong.

Dalam keterangannya kepada awak media, Osvaldo Haay menilai potensi sepak bola di Lombok sebenarnya sangat besar. Menurutnya, banyak pemain muda yang memiliki teknik dan kerja sama tim yang baik. Namun, ia menyoroti minimnya wadah dan klub profesional sebagai kendala utama perkembangan sepak bola di daerah.

“Potensi di Lombok itu sebenarnya ada dan kualitasnya bagus. Tapi yang memprihatinkan, belum ada tim profesional yang benar-benar menjadi wadah bagi pemain-pemain di sini,” ujar Osvaldo. Ia berharap ke depan muncul klub profesional dari Lombok yang bisa menjadi kebanggaan daerah dan membuka jalan bagi talenta lokal untuk berkiprah di level nasional.

Baca Juga :  Ketua PSSI: Terima Kasih Garuda Muda

Osvaldo juga menyinggung pentingnya pembenahan infrastruktur sepak bola di berbagai daerah Indonesia. Menurutnya, potensi pemain tersebar hampir di seluruh provinsi, namun belum diimbangi dengan fasilitas dan sistem pembinaan yang memadai.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Perang Bintang, Musham, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar murni untuk menghibur masyarakat Sekotong sekaligus menggali potensi sepak bola lokal. Ia menyebutkan, dalam turnamen ini pemain asal Lombok dianggap sebagai pemain lokal, sedangkan pemain dari luar pulau dibatasi maksimal lima orang per tim.

“Untuk Golden Met sendiri ada lima mantan pemain timnas. Rata-rata tim peserta memang membawa pemain bintang,” kata Musham. Terkait absennya Ferdinand Sinaga, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasannya dan menyebut hal tersebut berkaitan dengan manajemen tim Pengantap FC.

Baca Juga :  Geber Persiapan GTWCA, Marshal Mandalika Digembleng Intensif

Musham berharap, melalui turnamen seperti ini, anak-anak muda Lombok semakin termotivasi untuk menekuni sepak bola dan suatu saat mampu mengikuti jejak pemain nasional. “Semoga ke depan potensi yang ada di Lombok bisa benar-benar terangkat,” ujarnya.

Turnamen Perang Bintang pun tak hanya menjadi ajang adu gengsi, tetapi juga ruang hiburan rakyat dan harapan bagi lahirnya talenta-talenta sepak bola baru dari NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *