NewsNusantara

Detik-detik Penyelamatan Balita Terjebak Kursi Besi di Lombok Barat

×

Detik-detik Penyelamatan Balita Terjebak Kursi Besi di Lombok Barat

Sebarkan artikel ini
Detik-detik Penyelamatan Balita Terjebak Kursi Besi di Lombok Barat

Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Aksi cepat dan penuh kehati-hatian ditunjukkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Barat saat mengevakuasi seorang balita yang terjebak di lingkaran pijakan kursi besi di Dusun Sudak, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (15/1/2026) malam. Evakuasi berlangsung dramatis dan memerlukan peralatan khusus demi memastikan keselamatan korban.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.24 Wita, saat balita yang tengah bermain di dalam rumah diduga memasukkan tubuhnya ke bagian bawah kursi besi hingga akhirnya terjebak di lingkaran pijakan. Upaya keluarga untuk melepaskan korban secara manual tidak membuahkan hasil, sehingga bantuan darurat pun diminta.

Evakuasi Dimulai Setelah Laporan Warga

Informasi kejadian pertama kali diterima petugas dari Ibu Rahma, pemilik rumah tempat balita tersebut terjebak. Menyadari kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan anak, laporan segera diteruskan ke Posko Pemadam Kebakaran Mabes Gerung.

Tak menunggu lama, Regu 1 Damkar Lombok Barat langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan menggunakan satu unit mobil rescue. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 21.55 Wita, atau kurang dari satu jam setelah laporan diterima.

Baca Juga :  Akhirnya Andre Halomoan Bertemu Dengan Ibunya

“Kami menerima laporan adanya balita yang terjebak di lingkaran pijakan kursi besi dan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ungkap salah satu petugas Damkar Lombok Barat di lokasi kejadian.

Proses Penyelamatan Berlangsung Hati-hati

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen cepat terhadap kondisi korban dan objek yang menjebak balita tersebut. Kursi berbahan besi dengan lingkaran pijakan yang sempit dinilai berisiko jika dipaksakan untuk dilepas secara manual.

Petugas kemudian memutuskan menggunakan alat gerinda untuk memotong bagian lingkaran pijakan kursi besi. Proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari cedera pada korban, mengingat usia balita yang masih sangat rentan.

Alat Gerinda Jadi Solusi Teraman

Pemotongan besi dilakukan secara perlahan dengan jarak aman dari tubuh korban. Satu petugas fokus mengoperasikan alat, sementara petugas lainnya bertugas menenangkan balita serta memastikan posisi tubuh korban tetap stabil.

Baca Juga :  Resmi! Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief Nahkodai Korem 162/WB

“Keselamatan korban menjadi prioritas utama. Proses pemotongan dilakukan perlahan agar tidak menimbulkan percikan berbahaya,” kata petugas.

Setelah beberapa menit proses pemotongan, balita akhirnya berhasil dikeluarkan dari lingkaran pijakan kursi besi dalam kondisi selamat. Tidak ditemukan luka serius pada tubuh korban, meski sempat mengalami kepanikan akibat kejadian tersebut.

Evakuasi Selesai, Petugas Kembali ke Posko

Usai memastikan kondisi korban aman dan stabil, petugas Damkar Lombok Barat menyelesaikan seluruh rangkaian evakuasi. Proses penanganan di lokasi dinyatakan selesai sekitar pukul 22.30 Wita, dan regu penyelamat kemudian kembali ke posko.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama saat bermain di dalam rumah dengan perabot berbahan keras atau besi yang memiliki celah sempit.

Damkar Ingatkan Orang Tua Lebih Waspada

Petugas Damkar Lombok Barat mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan potensi bahaya di lingkungan rumah, khususnya bagi anak-anak usia balita yang memiliki rasa ingin tahu tinggi namun belum memahami risiko.

Baca Juga :  Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di NTB Mencapai 904

Perabot Rumah Tangga Bisa Jadi Ancaman

Perabot rumah tangga seperti kursi besi, meja, atau rak dengan desain berlubang atau melingkar dapat menjadi sumber bahaya jika tidak diawasi dengan baik. Orang tua disarankan untuk memastikan area bermain anak aman dan bebas dari benda berisiko.

“Kejadian seperti ini bisa terjadi kapan saja. Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Damkar jika terjadi kondisi darurat, tidak hanya kebakaran, tetapi juga penyelamatan,” ujar petugas.

Respons Cepat Jadi Kunci Keselamatan

Keberhasilan evakuasi balita ini tak lepas dari respon cepat laporan warga, kesiapan personel, serta kelengkapan peralatan penyelamatan yang dimiliki Damkar Lombok Barat. Penanganan yang tepat dan profesional memastikan korban dapat diselamatkan tanpa cedera serius.

Insiden ini kembali menegaskan bahwa fungsi pemadam kebakaran tidak hanya terbatas pada penanggulangan api, tetapi juga penyelamatan jiwa dalam berbagai situasi darurat yang terjadi di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *