NewsNusantara

Panik di Sekolah! Ular Piton Besar Masuk SD di Lombok Barat

×

Panik di Sekolah! Ular Piton Besar Masuk SD di Lombok Barat

Sebarkan artikel ini
Panik di Sekolah! Ular Piton Besar Masuk SD di Lombok Barat

Lombok Barat, Jurnalekbis.com –  Aktivitas belajar di SD Negeri 5 Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, sempat diwarnai kepanikan setelah seekor ular piton berukuran besar ditemukan berada di lingkungan sekolah, Senin (19/1/2026) pagi. Ular sepanjang sekitar tiga meter dengan berat diperkirakan mencapai delapan kilogram itu berhasil dievakuasi oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Lombok Barat.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Barat, H. Suherman, mengatakan laporan pertama diterima pihaknya sekitar pukul 09.15 Wita dari seorang warga bernama Hernia Susanti. Informasi tersebut menyebutkan adanya ular piton yang berada di area SD Negeri 5 Lembar Selatan dan berpotensi membahayakan siswa serta tenaga pendidik.

“Sekitar pukul 09.15 Wita kami menerima laporan dari Ibu Hernia Susanti terkait keberadaan satu ekor ular piton di lingkungan SD 5 Lembar Selatan,” kata Suherman dalam keterangannya.

Usai menerima laporan, satu unit mobil rescue Damkar Lombok Barat langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian. Tim bergerak cepat dan tiba di sekolah tersebut sekitar pukul 09.27 Wita.

Baca Juga :  Google hit with record EU fine over Shopping service

Menurut Suherman, proses evakuasi dilakukan dengan standar pengamanan yang ketat untuk menghindari risiko terhadap petugas maupun warga sekitar, terutama mengingat lokasi berada di lingkungan sekolah dasar.

“Petugas kami melakukan evakuasi menggunakan stick penjepit khusus dan sarung tangan pengaman. Ular piton tersebut berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban,” ujarnya.

Ular piton tersebut diketahui memiliki panjang sekitar tiga meter dengan berat kurang lebih delapan kilogram. Setelah berhasil dijepit dan dikendalikan, ular kemudian dimasukkan ke dalam karung khusus untuk mencegah pergerakan selama proses pengamanan.

Keberadaan ular piton di lingkungan sekolah sempat membuat suasana menjadi tegang. Sejumlah guru dilaporkan langsung mengamankan para siswa agar menjauh dari lokasi penemuan ular sambil menunggu kedatangan petugas.

Meski demikian, evakuasi yang berlangsung relatif cepat membuat situasi kembali kondusif. Tidak ada laporan korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar dan aman. Tidak ada siswa maupun guru yang terluka,” kata Suherman.

Baca Juga :  Satgas Preventif Amankan Gudang Logistik dan Kantor KPU Kota Bima Jelang Pemilu Serentak 2024

Setelah proses evakuasi selesai, tim Damkar Lombok Barat kembali ke posko sekitar pukul 09.55 Wita. Selanjutnya, satu ekor ular piton hasil evakuasi tersebut langsung diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat di Mataram.

“Ular piton yang kami evakuasi hari ini langsung kami serahkan ke Kantor BKSDA NTB untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan konservasi satwa,” ujar Suherman.

Penyerahan tersebut dilakukan sebagai bentuk koordinasi antarinstansi sekaligus memastikan satwa liar tersebut ditangani sesuai prosedur dan tidak membahayakan masyarakat.

Muhammad Amin menjelaskan bahwa kemunculan satwa liar, termasuk ular piton, di kawasan permukiman maupun fasilitas umum bukan kali pertama terjadi di Lombok Barat. Faktor cuaca, perubahan habitat, hingga ketersediaan makanan sering menjadi pemicu satwa keluar dari habitat alaminya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di musim hujan. Jika menemukan satwa liar berbahaya, segera laporkan kepada petugas dan jangan mencoba menangani sendiri,” tegasnya.

Baca Juga :  Gempa M5,2 Guncang Bima NTB, Tidak Berpotensi Tsunami

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi cepat agar penanganan dapat dilakukan sebelum menimbulkan korban.

Pihak Damkar Lombok Barat mengingatkan sekolah-sekolah yang berada dekat area semak, kebun, atau lahan terbuka agar rutin melakukan pengecekan lingkungan. Pembersihan area sekitar sekolah dinilai penting untuk meminimalkan potensi masuknya hewan liar.

“Kami berharap pihak sekolah dan warga sekitar dapat menjaga kebersihan lingkungan, memangkas semak, dan menutup celah-celah yang bisa menjadi tempat persembunyian hewan,” kata Suherman.

Dengan adanya kejadian ini, Damkar Lombok Barat kembali menegaskan kesiapsiagaan mereka tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga evakuasi dan penyelamatan nonkebakaran yang menyangkut keselamatan masyarakat.

Peristiwa evakuasi ular piton di SD Negeri 5 Lembar Selatan ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan respon cepat sangat dibutuhkan, terutama ketika satwa liar memasuki ruang publik yang rawan seperti lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *