NewsNusantara

Heboh! Jenazah Perempuan Misterius Ditemukan di Pantai Lombok Utara

×

Heboh! Jenazah Perempuan Misterius Ditemukan di Pantai Lombok Utara

Sebarkan artikel ini
Heboh! Jenazah Perempuan Misterius Ditemukan di Pantai Lombok Utara

Mataram, Jurnalekbis.com – Penemuan jenazah perempuan tanpa identitas menggegerkan warga Dusun Pandanan, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban ditemukan tergeletak di bibir Pantai PT Kalacya pada Minggu (18/1/2026) dan langsung dievakuasi oleh personel Kapal Polisi XXI-2015 Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda NTB.

Jenazah perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi mengenakan pakaian dalam. Hingga kini, identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Penemuan mayat pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat bernama Maemon Supriadi. Saat itu, saksi tengah memantau situasi di kawasan Pantai PT Kalacya dan berniat mengambil video kondisi sekitar pantai.

Namun, niat tersebut berubah menjadi kepanikan setelah saksi melihat sesosok tubuh perempuan tergeletak di tepi pantai. Kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bergerak dan hanya mengenakan pakaian dalam.

Menyadari situasi tersebut, saksi tidak berani mendekat dan segera melaporkan temuannya kepada Kepala Dusun Pandanan, Muhammad Yusran.

Baca Juga :  Satlantas Polres Sumbawa Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan

“Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung meneruskan informasi tersebut ke pihak kepolisian,” ujar seorang perangkat desa setempat.

Laporan warga kemudian diterima aparat dan ditindaklanjuti oleh Direktorat Polairud Polda NTB yang saat itu sedang melaksanakan patroli laut di sekitar wilayah tersebut.

Direktur Polairud Polda NTB Boyke Fredrik Salmon Samola, SIK., membenarkan adanya evakuasi jenazah oleh personel Kapal Polisi XXI-2015. Menurutnya, tindakan cepat dilakukan begitu laporan diterima dari masyarakat.

“Setelah mendapat informasi dari warga, personel Kapal Polisi XXI-2015 yang sedang patroli langsung bergerak menuju lokasi kejadian dan melakukan evakuasi jenazah,” kata Boyke dalam keterangannya.

Evakuasi dilakukan dengan prosedur standar kepolisian untuk menjaga kondisi jenazah tetap utuh. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan medis lebih lanjut, termasuk pemeriksaan forensik.

Baca Juga :  Komite Penyelamat Pemilu Jurdil dan Bermartabat Unram Sebut Cawe-cawe Presiden  Bertentangan dengan Semangat Reformasi

“Jenazah kami evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Boyke menegaskan bahwa peran Direktorat Polairud Polda NTB dalam peristiwa ini difokuskan pada proses evakuasi. Sementara itu, penyelidikan menyeluruh terkait kasus penemuan jenazah tersebut menjadi kewenangan Polres Lombok Utara.

“Kami dari Polairud membantu pada proses evakuasi. Untuk penanganan perkara, sepenuhnya ditangani oleh Polres Lombok Utara,” tegasnya.

Saat ini, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk warga yang pertama kali menemukan korban, serta menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang yang sesuai dengan ciri-ciri korban.

Hingga berita ini diturunkan, identitas jenazah perempuan tersebut belum diketahui. Polisi juga belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat kecelakaan laut, tindak pidana, atau sebab lainnya.

Pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Bhayangkara diharapkan dapat memberikan petunjuk awal terkait penyebab kematian, termasuk kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Baca Juga :  Panglima TNI dan Kapolri Terima 700 Unit Ransus Maung MV3 dari Kemhan RI

“Masih dilakukan pendalaman. Kami menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut dari Polres Lombok Utara,” ujar sumber kepolisian.

Aparat mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengetahui informasi terkait korban untuk segera melapor ke pihak kepolisian terdekat.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat agar tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan. Langkah tersebut penting untuk menjaga kondusivitas dan mencegah munculnya informasi yang menyesatkan.

“Kami harap masyarakat bersabar dan tidak menyebarkan asumsi yang belum tentu benar. Semua akan disampaikan setelah proses penyelidikan selesai,” kata seorang petugas di lokasi.

Kasus penemuan mayat ini menambah daftar peristiwa darurat di kawasan pesisir Lombok Utara. Polisi memastikan akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *