Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — Guido Fenneman, komentator MotoGP asal Belanda, untuk pertama kalinya menjajal langsung lintasan Pertamina Mandalika International Circuit. Menggunakan motor Honda CBR 250 yang disediakan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Fenneman merasakan pengalaman track day di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut dan menyebut kualitas lintasan serta fasilitasnya berada di level internasional.
Kunjungan Guido Fenneman ke Sirkuit Mandalika menjadi momen penting dalam upaya promosi Mandalika di kancah motorsport global. Fenneman dikenal luas sebagai komentator resmi MotoGP untuk televisi Belanda, sekaligus jurnalis dan pengamat balap internasional yang kerap meliput ajang-ajang balap dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Guido tidak hanya melakukan kunjungan simbolis, tetapi benar-benar merasakan karakter lintasan melalui aktivitas track day. Ia menjajal sirkuit sepanjang 4,3 kilometer itu menggunakan Honda CBR 250, motor yang disiapkan MGPA sebagai bagian dari program experience bagi tamu dan komunitas.
“Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Pertamina Mandalika International Circuit dan pengalamannya luar biasa. Kondisi lintasannya sangat halus dan fasilitasnya lengkap. Seluruh staf sirkuit memberikan sambutan yang sangat baik dan ramah. Saya sangat merekomendasikan Mandalika International Circuit dan berharap bisa kembali lagi,” ujar Guido Fenneman.
Ia juga menilai bahwa karakter tikungan, kualitas aspal, serta tata kelola lintasan menunjukkan standar sirkuit internasional yang layak menjadi tuan rumah berbagai event balap dunia.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyebut kunjungan tokoh internasional seperti Guido Fenneman memiliki nilai strategis bagi pengembangan citra Mandalika di mata dunia.
“Kami menyambut baik kunjungan Guido Fenneman ke Sirkuit Mandalika. Pengalaman langsung di lintasan menjadi salah satu cara paling efektif untuk memperkenalkan kualitas sirkuit dan fasilitas Mandalika kepada komunitas motorsport internasional,” kata Priandhi.
Menurut Priandhi, promosi sirkuit tidak cukup hanya melalui event besar seperti MotoGP atau WSBK, tetapi juga melalui pengalaman langsung para tokoh, jurnalis, dan pelaku motorsport dunia yang memiliki pengaruh di komunitas global.
Sebagai bagian dari pengembangan program berbasis pengalaman (experience-based tourism), MGPA juga membuka layanan Track Day untuk masyarakat, komunitas, dan penggemar roda dua. Program ini dirancang fleksibel, baik untuk peserta individu maupun kelompok, dengan standar keselamatan dan operasional sirkuit yang tetap menjadi prioritas utama.
Untuk kategori motor di bawah 250 cc, biaya Track Day ditetapkan sebesar Rp1.750.000 per motor untuk durasi tiga jam bagi peserta individu. Sementara untuk peserta kelompok, dengan minimal 10 orang dalam satu sesi, total biaya sewa lintasan sebesar Rp9.500.000, sehingga biaya per peserta menjadi sekitar Rp950.000 per motor untuk durasi yang sama.
MGPA juga menyediakan pilihan durasi sesi mulai dari tiga hingga enam jam, dengan pengaturan sesi yang disesuaikan jumlah peserta. Skema ini dirancang untuk menjaga kenyamanan, keselamatan, serta kualitas pengalaman berkendara di lintasan.
Dengan kunjungan Guido Fenneman dan terbukanya program track day bagi publik, Sirkuit Mandalika tidak hanya diposisikan sebagai venue event internasional, tetapi juga sebagai pusat aktivitas motorsport, sport tourism, dan pengembangan ekosistem balap yang inklusif, terbuka, dan berkelanjutan di Indonesia.













