Kesehatan

Waspada Virus Nipah, Ini Cara Efektif Mencegah Penularan Sejak Dini

×

Waspada Virus Nipah, Ini Cara Efektif Mencegah Penularan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Waspada Virus Nipah, Ini Cara Efektif Mencegah Penularan Sejak Dini

Jurnalekbis.com– Ancaman virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia kesehatan. Virus zoonosis mematikan ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antarmanusia. Meski kasusnya masih terbatas, para ahli menegaskan pencegahan sejak dini menjadi kunci utama untuk menghindari risiko penularan.

Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada 1999 dan hingga kini belum memiliki obat khusus maupun vaksin. Penyakit ini umumnya ditularkan melalui kontak dengan hewan pembawa virus, terutama kelelawar pemakan buah, serta konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Dalam sejumlah kasus, penularan juga terjadi melalui kontak erat dengan pasien terinfeksi.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dalam keterangannya, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada. “Virus Nipah memang berbahaya, tapi bisa dicegah dengan perilaku hidup bersih dan kehati-hatian dalam berinteraksi dengan hewan maupun lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Baru 29,26 Persen Tenaga Kerja di NTB Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Hindari Konsumsi Makanan Terkontaminasi

Salah satu jalur utama penularan virus Nipah adalah makanan yang terkontaminasi air liur atau kotoran kelelawar. Buah yang jatuh ke tanah atau tampak berlubang sebaiknya tidak dikonsumsi. Masyarakat juga diimbau mencuci buah dengan air mengalir sebelum dimakan atau mengolahnya dengan cara dimasak.

Selain itu, konsumsi nira atau air sadapan yang tidak dimasak juga berisiko. Di beberapa negara, kasus Nipah dikaitkan dengan minuman tradisional yang terkontaminasi kelelawar.

Batasi Kontak dengan Hewan Berisiko

Hewan ternak seperti babi pernah menjadi perantara penularan virus Nipah. Oleh karena itu, peternak diminta menerapkan kebersihan kandang dan membatasi kontak langsung tanpa pelindung. Jika menemukan hewan yang sakit atau mati mendadak, masyarakat diminta segera melapor ke petugas terkait dan tidak menyentuhnya secara langsung.

Baca Juga :  Barantin Perketat Pengawasan Komoditas Sumbawa, Cegah PMK Jelang Kurban

Jaga Kebersihan dan Etika Kesehatan

Penularan antarmanusia memang jarang, namun tetap mungkin terjadi, terutama melalui cairan tubuh. Karena itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi langkah penting. Mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, serta menghindari kontak erat dengan orang yang mengalami gejala demam dan gangguan pernapasan sangat dianjurkan.

Gejala awal virus Nipah sering menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan. Pada kondisi berat, pasien dapat mengalami gangguan pernapasan hingga radang otak. Jika mengalami gejala tersebut setelah kontak dengan hewan atau pasien sakit, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Dengan kewaspadaan kolektif dan penerapan langkah pencegahan yang konsisten, risiko penularan virus Nipah dapat ditekan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terprovokasi informasi yang tidak akurat, dan selalu mengandalkan sumber resmi dalam menyikapi isu kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *