Pertanian

Hadapi Cuaca Ekstrem, BULOG Mulai Asuransi Parametrik untuk Petani NTB

×

Hadapi Cuaca Ekstrem, BULOG Mulai Asuransi Parametrik untuk Petani NTB

Sebarkan artikel ini
Hadapi Cuaca Ekstrem, BULOG Mulai Asuransi Parametrik untuk Petani NTB

Lombok Timur, Jurnalekbsi.com — Perum BULOG mulai menguji coba program asuransi parametrik bagi petani padi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini menjadi langkah awal perlindungan petani dari risiko gagal panen akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.

Direktur ESDM dan Transformasi Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, mengatakan Lombok Timur dipilih karena merupakan salah satu sentra produksi beras sekaligus mitra strategis BULOG.

“Lombok Timur adalah produsen sentra padi dan mitra BULOG yang sangat penting. Karena itu kami memberikan perhatian khusus melalui program perlindungan petani, termasuk uji coba asuransi parametrik,” ujar Sudarsono, Senin.

Ia menjelaskan, asuransi parametrik berbeda dengan skema konvensional. Klaim tidak lagi berbasis kerusakan fisik tanaman, melainkan pada parameter tertentu seperti curah hujan dan perubahan suhu.

Baca Juga :  GPM: Upaya NTB Stabilkan Harga dan Kendalikan Inflasi

“Asuransi ini berbasis parameter. Kalau tidak tercapai indikator tertentu, maka langsung ada penggantian. Ini lebih cepat dan sederhana,” katanya.

Untuk tahap awal, uji coba dilakukan pada lahan seluas sekitar 125 hektare yang dikelola kelompok tani terpilih di Lombok Timur. Penentuan peserta dilakukan oleh Dinas Pertanian setempat, dengan sasaran petani padi yang menjadi mitra BULOG.

Pelaksanaan program melibatkan tim ahli serta perusahaan asuransi yang telah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Para petani akan mendapatkan sosialisasi teknis sebelum program berjalan penuh.

“Karena ini masih tahap awal, tentu cakupannya terbatas. Tapi setelah petani merasakan manfaatnya, kami berharap program ini bisa dilanjutkan bersama pemerintah kabupaten, provinsi, hingga nasional,” ucap Sudarsono.

Baca Juga :  Kapolda NTB Siap Dukung Ketahanan Pangan

Ke depan, BULOG juga menyiapkan skema hybrid, yakni kombinasi antara asuransi pertanian yang selama ini digunakan dengan asuransi parametrik, agar perlindungan terhadap petani bisa lebih maksimal.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Lombok Timur, Muhammad Hairi, menegaskan negara harus hadir melindungi petani, terutama di tengah ancaman cuaca ekstrem dan tingginya biaya produksi.

“Petani kita tahan banting, tapi kalau gagal panen, biaya yang sudah keluar besar. Itu yang membuat petani jatuh miskin. Karena itu asuransi menjadi sangat penting,” katanya.

Hairi juga menyinggung upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga pangan, termasuk cabai dan beras, yang selama ini menjadi penyumbang inflasi tertinggi menjelang Ramadan.

Baca Juga :  Sinergi Polri-TNI dan Petani, Kapolresta Mataram Pimpin Panen Jagung Nasional

“Cabai dan beras ini komoditas sensitif. Kami sampai melakukan operasi pasar, meski sempat dikritik pedagang. Tapi negara harus hadir untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap program asuransi pertanian dari BULOG bisa memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberi rasa aman bagi petani dalam menghadapi risiko iklim.

Dengan uji coba ini, Lombok Timur menjadi salah satu dari lima wilayah percontohan nasional bersama Jambi, Jawa Barat, Bali, dan satu provinsi lainnya. Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat diperluas agar semakin banyak petani terlindungi dan sektor pertanian tetap menjadi penopang utama ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *