KesehatanKuliner

Heboh Video Ulat di Makanan Siswa SDN 1 Labulia, Ini Klarifikasi SPPG

×

Heboh Video Ulat di Makanan Siswa SDN 1 Labulia, Ini Klarifikasi SPPG

Sebarkan artikel ini
Heboh Video Ulat di Makanan Siswa SDN 1 Labulia, Ini Klarifikasi SPPG

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Video yang memperlihatkan adanya ulat di salah satu menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, viral di media sosial, Senin (kemarin). Pihak sekolah membenarkan kejadian tersebut dan mengaku telah melaporkannya ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dusun Tandek, Desa Labulia.

Kepala SDN 1 Labulia, Atim, mengatakan ulat ditemukan pada potongan buah naga yang dibagikan kepada siswa kelas tiga saat jam masuk siang. Temuan itu pertama kali dilaporkan oleh murid kepada guru, lalu diteruskan kepada dirinya.

“Anak lapor ke saya, katanya ada ulat di buahnya. Itu yang saya foto, lalu dikirim ke grup SPPG,” kata Atim.

Baca Juga :  Wagub NTB Serukan Pentingnya Protein Hewani Cegah Stunting

Menurutnya, buah tersebut dibagi menjadi empat bagian, dan ulat hanya ditemukan pada satu potong. Meski begitu, kejadian tersebut langsung dilaporkan sebagai bentuk tanggung jawab pihak sekolah.

Atim juga menyebut, pada hari yang sama sempat terjadi temuan serupa di sekolah lain, meski pada menu berbeda.

“Paginya ada kejadian juga di sekolah lain, katanya antara ayam atau sayur,” ujarnya.

Namun, Atim mengaku belum mendapat respons dari pihak SPPG pada hari laporan disampaikan.

Sementara itu, Kepala SPPG Tandek Labulia, Ahmad Tambih, mengakui adanya kelalaian dan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

“Kami selalu berupaya memastikan makanan yang diterima siswa higienis dan bergizi. Kalau ini terjadi, berarti kami teledor dan kami mohon maaf,” kata Ahmad.

Baca Juga :  Sukseskan Sub Pin Polio, Lindungi Anak Dari Penyakit Lumpuh Layu

Ia memastikan pihaknya langsung melakukan evaluasi internal, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses pengemasan.

“Saya sudah koordinasi dengan tim, penerima bahan baku, dan bagian persiapan. Jangan sampai ada barang rusak yang disalurkan ke siswa,” tegasnya.

Video tersebut kini ramai diperbincangkan publik. Warga berharap pengawasan program MBG diperketat agar makanan yang dibagikan kepada siswa benar-benar aman dan layak konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *