Bima, Jurnalekbis.com – Operasi pencarian terhadap Ama One (67), petani yang terseret arus banjir di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, resmi dihentikan pada Sabtu (14/2/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (12/2) sore. Korban yang akrab disapa Weli atau Ama One dilaporkan hilang saat dalam perjalanan pulang dari ladang menuju rumahnya di Dusun Mangge Dalam. Saat itu, hujan lebat mengguyur wilayah setempat hingga menyebabkan sungai meluap deras. Korban sempat mencoba menyeberangi aliran sungai, namun terseret arus banjir yang sangat kuat.
Upaya pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang dibagi menjadi dua sektor. Tim pertama melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai, sementara tim kedua menyisir area genangan bendungan menggunakan perahu karet.
Memasuki hari ketiga operasi, sekitar pukul 10.20 WITA, tubuh korban akhirnya ditemukan mengapung di kawasan Dam Sumi.
“Jenazah ditemukan sekitar satu kilometer dari titik awal korban terseret,” kata Koordinator Lapangan Pos SAR Bima, Ryonda Aryan Murbantoko, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Setelah ditemukan, jenazah Ama One dievakuasi menggunakan perahu karet sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka, Dusun Mangge Dalam, Desa Hidirasa. Proses evakuasi berlangsung lancar meski medan cukup sulit akibat sisa genangan banjir dan arus sungai yang masih relatif deras.
Ryonda menjelaskan, operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Pos SAR Bima, Sat PolAirud Bima Kota, Potensi SAR Bima dan TSBK, BPBD Kabupaten Bima, Tagana Kabupaten Bima, Polsek Lambu, Babinsa, hingga masyarakat setempat dan keluarga korban.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi kami tutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian,” ujarnya.
Peristiwa ini menambah daftar korban banjir di wilayah Bima dalam beberapa hari terakhir, menyusul intensitas hujan yang tinggi. Aparat dan tim SAR kembali mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan daerah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras mengguyur.
Warga juga diminta menghindari aktivitas menyeberangi sungai ketika debit air meningkat, karena arus dapat berubah sangat cepat dan membahayakan keselamatan.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan kondisi cuaca serta kesiapsiagaan bencana, guna meminimalkan risiko serupa di kemudian hari.













