NewsNusantara

Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Landa NTB Siang Ini, BMKG Imbau Warga Waspada

×

Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Landa NTB Siang Ini, BMKG Imbau Warga Waspada

Sebarkan artikel ini
Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Landa NTB Siang Ini, BMKG Imbau Warga Waspada

Mataram, Jurnalekbis.com – Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali berada dalam status waspada cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan peringatan dini pada Sabtu (14/2/2026) pukul 13.08 WITA, menyebut potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah kabupaten/kota.

Dalam rilis resminya, BMKG menyampaikan bahwa kondisi tersebut mulai terdeteksi sejak pukul 13.15 WITA dan diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar pukul 15.30 WITA.

Sejumlah wilayah yang terdampak pada fase awal meliputi Kabupaten Sumbawa (Plampang, Empang), Kabupaten Dompu (Dompu, Hu’u, Kilo, Woja), Kabupaten Bima (Monta, Donggo, Sanggar, Langgudu, Madapangga, Tambora), Kabupaten Sumbawa Barat (Maluk), serta Kabupaten Lombok Utara (Gangga).

Baca Juga :  Mentan Andi Amran Sulaiman Bongkar 250 Ton Beras Masuk Tanpa Izin di Sabang

BMKG juga mengingatkan bahwa hujan berpotensi meluas ke daerah lain, termasuk Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, Sumbawa Barat, Lombok Utara, hingga wilayah Kota Bima.

“Update peringatan dini menunjukkan adanya pertumbuhan awan hujan signifikan di NTB. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak seperti genangan, banjir lokal, pohon tumbang, dan gangguan jarak pandang akibat hujan lebat,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah NTB, ditandai dengan kelembapan udara tinggi dan konvergensi angin yang mendukung pembentukan awan konvektif. Kondisi tersebut memungkinkan hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu relatif singkat, disertai sambaran petir serta hembusan angin kencang.

Baca Juga :  AKAD Mendeklarasikan Dukung Ganjar-Mahfud

BMKG meminta warga yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya pengendara dan nelayan, untuk lebih berhati-hati. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai juga diimbau siaga terhadap potensi peningkatan debit air secara tiba-tiba.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama unsur kebencanaan diminta bersiaga menghadapi kemungkinan dampak lanjutan, termasuk menyiapkan langkah antisipasi di titik-titik rawan banjir dan longsor.

BMKG menegaskan, peringatan dini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan maupun korban akibat cuaca ekstrem tersebut. Namun warga di sejumlah wilayah mengaku mulai merasakan hujan dengan intensitas meningkat sejak siang hari.

Baca Juga :  Aksi Heroik Polsek Rastim Selamatkan Seorang Pencuri Dari Amukan Warga

BMKG kembali mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini dan segera mengambil langkah pengamanan bila cuaca memburuk dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *