NewsNusantara

Terombang-ambing di Laut NTB, Lima Awak KM Nurazizah Berhasil Diselamatkan

×

Terombang-ambing di Laut NTB, Lima Awak KM Nurazizah Berhasil Diselamatkan

Sebarkan artikel ini
Terombang-ambing di Laut NTB, Lima Awak KM Nurazizah Berhasil Diselamatkan

Mataram, Jurnalekbis.com — Tim Kantor SAR Mataram berhasil mengevakuasi lima awak kapal KM Nurazizah yang sempat terombang-ambing di perairan utara Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (14/2). Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah kapal mengalami kerusakan mesin di tengah pelayaran.

Laporan pertama diterima Kantor SAR Mataram pada Sabtu pagi dari agen kapal bernama Hidayat. Dalam laporan tersebut disebutkan KM Nurazizah mengalami gangguan mesin saat berlayar dari Sapeken menuju Banyuwangi, Jawa Timur.

Merespons informasi itu, SAR Mataram langsung mengerahkan tim rescue menggunakan Rescue Boat 220 Mataram. Proses pencarian dilakukan menyisir perairan utara Gili Trawangan hingga akhirnya kapal ditemukan bersama seluruh awaknya sekitar pukul 12.15 WITA.

Baca Juga :  SAR Mataram Latih 50 Peserta Teknik Pertolongan Air

“Seluruh awak kapal berjumlah lima orang ditemukan dalam keadaan selamat. Tim segera melakukan evakuasi menuju Teluk Kodeq,” kata Kepala Seksi Operasi Siaga dan Operasi Kantor SAR Mataram, Bustanil, saat dikonfirmasi.

Kelima korban kemudian tiba di Teluk Kodeq pada pukul 14.40 WITA. Mereka terdiri dari Hendra (47) selaku kapten kapal, serta empat anak buah kapal (ABK), yakni Alga (34), Sahril (30), Daus (32), dan Andi (26). Setelah dievakuasi, seluruh awak langsung dilakukan pendataan dan pemeriksaan awal untuk memastikan kondisi kesehatan mereka stabil.

Menurut Bustanil, cuaca saat operasi berlangsung relatif kondusif sehingga memudahkan proses pencarian dan evakuasi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kerusakan mesin di laut terbuka tetap menjadi situasi berisiko tinggi, terutama jika kapal tidak segera mendapatkan bantuan.

Baca Juga :  Ini Harapan Dandim 1607/Sumbawa Pada Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara KE-77 Polres Sumbawa

“Koordinasi cepat menjadi kunci. Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak agar korban tidak terlalu lama berada di laut,” ujarnya.

Operasi penyelamatan ini melibatkan sinergi sejumlah unsur, mulai dari kru Rescue Boat 220 Mataram, tim rescue Kantor SAR Mataram, Unit Siaga SAR Bangsal, pihak KUPP Pemenang Lombok Utara, Blue Marlin Dive, hingga unsur terkait lainnya.

Bustanil juga mengimbau para nakhoda dan operator kapal untuk memastikan kesiapan armada sebelum berlayar, termasuk pengecekan mesin dan peralatan keselamatan. Ia menekankan pentingnya alat komunikasi yang aktif agar laporan darurat bisa segera diterima ketika terjadi gangguan di tengah perjalanan.

“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas. Jika terjadi kendala, segera laporkan agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” katanya.

Baca Juga :  BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Hujan Lebat dan Petir Landa NTB Malam Ini, Warga Diminta Waspada

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko pelayaran antarpulau di wilayah NTB, khususnya pada jalur wisata dan distribusi logistik. Beruntung, dalam kejadian KM Nurazizah ini, seluruh awak kapal berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *