Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Banjir dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu luapan sungai dan drainase, menyebabkan genangan di beberapa desa serta satu titik longsor di wilayah perbukitan.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan banjir terjadi di Kecamatan Pujut meliputi Desa Kuta, Pengembur, dan Bangket Parak. Genangan juga dilaporkan di Desa Bleka, Kecamatan Janapria; Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur; serta Desa Tanak Rarang, Kecamatan Praya Barat. Sementara itu, tanah longsor terjadi di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat.
Hingga Selasa sore, kondisi di sejumlah lokasi masih tergenang air. Petugas gabungan terus melakukan asesmen untuk memastikan jumlah warga terdampak dan tingkat kerusakan infrastruktur.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah dan sejumlah pemangku kepentingan begitu menerima laporan kejadian.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung berkoordinasi dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lombok Tengah untuk melakukan penanganan awal dan asesmen dampak di lapangan,” ujar Sadimin dalam keterangan resminya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, hujan yang turun sejak siang hari menyebabkan debit air meningkat cepat. Luapan sungai dan sistem drainase yang tidak mampu menampung air menjadi pemicu utama banjir di sejumlah titik.
BPBD mencatat dampak bencana masih dalam tahap pendataan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Namun, kebutuhan mendesak berupa bantuan logistik tanggap darurat mulai disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan warga yang harus mengungsi.

Selain BPBD Kabupaten Lombok Tengah, unsur yang terlibat dalam penanganan di lapangan antara lain Damkarmat Lombok Tengah, aparat kecamatan, serta aparat desa setempat. Petugas melakukan pemantauan debit air, membantu warga di lokasi terdampak, serta menyebarluaskan informasi perkembangan situasi.
Sadimin mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Saat ini wilayah NTB telah memasuki periode puncak musim hujan, dengan potensi peningkatan intensitas curah hujan pada dasarian III Februari 2026.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan intensitas tinggi bisa memicu banjir, tanah longsor, maupun angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba,” katanya.
Ia juga meminta warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah perbukitan rawan longsor untuk memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama saat hujan berlangsung lama. Jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda pergerakan tanah, warga diminta segera melapor kepada aparat setempat.
Sementara itu, genangan air di sejumlah desa dilaporkan masih belum sepenuhnya surut hingga sore hari. BPBD memastikan akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui data perkembangan situasi.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan kini fokus pada penanganan darurat dan pemetaan dampak. Distribusi logistik dan bantuan akan disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan, guna memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi secepatnya.
Situasi di Lombok Tengah masih dinamis dan berpotensi berubah mengikuti kondisi cuaca. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari BPBD dan pemerintah daerah guna menghindari hoaks serta memastikan keselamatan diri dan keluarga.













