NasionalNewsNusantara

Konflik AS–Israel–Iran Meningkat, Ini Kondisi 1.415 Jemaah NTB di Arab Saudi

×

Konflik AS–Israel–Iran Meningkat, Ini Kondisi 1.415 Jemaah NTB di Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Konflik AS–Israel–Iran Meningkat, Ini Kondisi 1.415 Jemaah NTB di Arab Saudi

Mataram, Jurnalekbis.com – Sebanyak 1.415 jemaah umrah asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang masih berada di Arab Saudi dipastikan dalam kondisi aman. Kepastian itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhammad Amin, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Hingga hari ini ada 1.415 orang, dan yang terjadwal pulang pada hari ini, 2 Maret 2026, sebanyak 43 orang,” ujar Amin, Selasa (3/3/2026).

Menurut Amin, seluruh jemaah umrah NTB masih menjalankan ibadah dengan normal. Pihaknya terus melakukan pembaruan data, baik terhadap jemaah yang masih berada di Tanah Suci maupun yang dijadwalkan kembali ke Indonesia.

Ia menegaskan, situasi penerbangan dari Bandara Jeddah menuju Jakarta masih dalam kondisi aman dan terkendali, selama menggunakan penerbangan langsung (direct). “Insyaallah, selama penerbangan dilakukan secara langsung, tidak akan tertahan di sana. Alhamdulillah, situasi penerbangan di Jeddah aman,” katanya.

Baca Juga :  Polres Sigap Tangani Konsleting Listrik di Permukiman Padat.

Pernyataan itu disampaikan menyusul eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sejumlah negara dilaporkan menutup wilayah udaranya, sehingga memengaruhi rute penerbangan internasional.

Meski demikian, Amin memastikan tidak ada jemaah umrah asal NTB yang berangkat melalui jalur penerbangan yang berada di area konflik. Ia juga belum dapat memastikan apakah seluruh jemaah menggunakan rute langsung dari Jakarta ke Jeddah.

“Penerbangan dari Jeddah ke Jakarta, jika dilakukan secara langsung, tidak ada masalah dan tetap berjalan. Kecuali beberapa negara tetangga di Timur Tengah yang memang menutup bandaranya,” jelasnya.

Apabila terdapat jemaah yang menggunakan penerbangan transit, penyesuaian jadwal akan menjadi kewenangan maskapai. “Kalau ada transit dan terdampak, biasanya maskapai akan melakukan penjadwalan ulang,” tambah Amin.

Baca Juga :  Tradisi Lebaran Topat di Lombok: Perpaduan Tradisi, Budaya, dan Wisata

Untuk memastikan keselamatan dan kepastian jadwal kepulangan, Kementerian Haji dan Umrah NTB berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi. Koordinasi juga dilakukan dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPUI) yang memberangkatkan jemaah dari NTB.

“Sementara ini belum diketahui berapa jumlah jemaah yang melalui penerbangan transit. Detail jadwal lebih banyak diketahui oleh pihak PPUI,” ujarnya.

Amin juga mengakui pihaknya belum menerima laporan rinci terkait waktu kedatangan 43 jemaah yang dijadwalkan tiba hari ini di Lombok. Hal itu karena mekanisme kepulangan sepenuhnya dikelola oleh penyelenggara perjalanan dan maskapai.

“Biasanya transit melalui Kuala Lumpur atau bisa juga langsung ke Jakarta, kemudian dilanjutkan ke Lombok,” terangnya.

Baca Juga :  Polemik RPJMD KSB: Fraksi PAN Tempuh Jalur Ombudsman

Di tengah situasi global yang dinamis, Amin mengimbau para jemaah yang masih berada di Arab Saudi untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum terverifikasi. Ia meminta jemaah menjaga komunikasi intensif dengan travel atau PPUI masing-masing.

“Kami mengimbau untuk tetap tenang dan terus berkomunikasi sesuai situasi dan kondisi,” katanya.

Sementara bagi masyarakat NTB yang berencana berangkat umrah dalam waktu dekat, pihaknya menyarankan agar mempertimbangkan penundaan keberangkatan. Imbauan tersebut bersifat preventif, menyesuaikan perkembangan situasi keamanan penerbangan internasional.

“Ini hanya imbauan. Jika melihat situasi dan kondisi, sebaiknya menunda keberangkatan. Bukan berarti tidak berangkat, tetapi menunda sesuai kondisi keamanan penerbangan,” tandas Amin.

Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *