Jurnalekbis.com – Kafilah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan lonjakan prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah. NTB sukses menembus jajaran 10 besar nasional dengan menempati peringkat ke-9 dan meraup total nilai 34. Capaian ini merupakan lompatan signifikan dibanding perolehan pada MTQ Nasional XXX di Kalimantan Timur, di mana kafilah NTB sebelumnya hanya mampu menduduki peringkat ke-23.
Prestasi gemilang tersebut semakin lengkap berkat keberhasilan Khairunnisa, qariah asal Bima, yang keluar sebagai Juara 1 Qira’at Mujawwad Dewasa Putri. Sejumlah wakil NTB lainnya juga turut menyumbangkan deretan prestasi membanggakan di berbagai cabang perlombaan. Ahmad Masyhun sukses meraih Juara 2 Tafsir Bahasa Arab, sementara Maesarah menempati posisi Juara 3 Tilawah Dewasa Putri.
Selain itu, kafilah NTB juga membawa pulang sejumlah gelar juara harapan dan posisi finalis. Taqwa Hikmatullah meraih Harapan 1 Hafalan Al-Qur’an 10 Juz, M. Haikal Afad menduduki Harapan 2 Hafalan 30 Juz, dan Ahmad Kodri menyabet Harapan 3 Qira’at Mujawwad Al-Qur’an Dewasa Putra. Sejumlah peserta lain juga berhasil melaju hingga babak final, di antaranya Nihla Hudya Alnaisa pada cabang Tilawah Anak-Anak Putri, Holis Susabri pada cabang Tilawah Remaja Putra, serta para peserta dari cabang Fahmil Qur’an.
Pola Pembinaan Sistematis Jadi Kunci Keberhasilan
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut langsung kedatangan Khairunnisa bersama para pelatih dan jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB di ruang kerjanya. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh kafilah yang telah berjuang mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
“Alhamdulillah, harapan kita, walaupun baru satu, ada yang berhasil juara satu dari NTB. Ini kebahagiaan bagi kita semua,” ujar Gubernur.
Menurut Gubernur, keberhasilan NTB kembali merangsek ke jajaran 10 besar nasional tidak terlepas dari penerapan pola pembinaan yang kini berjalan lebih sistematis dan intensif. Jika pada pelaksanaan sebelumnya training center (TC) hanya berlangsung selama beberapa hari, pada ajang tahun ini kafilah menjalani TC di Mataram selama kurang lebih 40 hari sebelum melanjutkan tahap persiapan akhir di Semarang.
Ia menegaskan, esensi keikutsertaan dalam MTQ tidak semata-mata diukur dari perolehan jumlah piala atau juara, melainkan sebagai bagian fundamental dari ikhtiar menghidupkan syiar Al-Qur’an sekaligus membangun karakter generasi muda NTB. Keberhasilan Khairunnisa juga dinilai menjadi bukti nyata atas tingginya potensi kaum perempuan di NTB untuk berprestasi di tingkat nasional, yang diharapkan mampu menginspirasi peserta dari kelompok junior pada penyelenggaraan MTQ di masa mendatang.
Sementara itu, Khairunnisa mengaku bahwa durasi pembinaan yang hampir mencapai dua bulan membuat tingkat persiapannya menjadi jauh lebih matang dibandingkan keikutsertaan sebelumnya. Ia berharap pola pembinaan intensif seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan ke depannya.
Perkuat Talent Scouting dan Antisipasi Perpindahan Talenta
Kendati menuai hasil positif, Pemprov NTB memandang perlunya langkah antisipatif untuk menjaga keberlanjutan prestasi daerah. Gubernur mencatat bahwa tantangan utama NTB saat ini bukan lagi sekadar menemukan talenta-talenta baru yang potensial, melainkan memastikan agar talenta tersebut tidak “hijrah” dan membela daerah lain—merujuk pada kasus qari asal Bima, Samsuri Firdaus, yang sempat dibina oleh NTB namun kemudian meraih prestasi gemilang atas nama daerah lain.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Provinsi NTB bersama LPTQ berkomitmen memperkuat sistem talent scouting atau penjaringan bakat hingga tingkat desa dan kecamatan. Selain itu, kepastian mengenai program pembinaan yang berkelanjutan pasca-MTQ juga akan terus dikawal secara ketat.
“Tidak boleh turun dari ranking 9 ini. Minimal 9. Syukur-syukur bisa masuk 5 besar dulu,” pesan Gubernur, sembari memastikan bahwa pihak Pemprov akan memberikan bonus serta bentuk apresiasi lain kepada seluruh kafilah berprestasi yang besaran dan teknisnya akan diumumkan kemudian.
Melangkah ke Panggung Internasional
Prestasi membanggakan yang ditorehkan oleh Khairunnisa dipastikan tidak berhenti di tingkat nasional. Gubernur mengungkapkan bahwa qariah asal Bima tersebut akan segera bertolak untuk mengikuti ajang MTQ Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, pada bulan Oktober mendatang. Menjelang keberangkatan tersebut, Khairunnisa dijadwalkan akan kembali menjalani pemusatan latihan khusus di bawah naungan LPTQ NTB.
Di sisi lain, Kepala Biro Kesra NTB, H. Amir, menambahkan bahwa selama perhelatan MTQ Nasional di Semarang, pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek psikologis dan kondisi mental para kafilah. Langkah pendampingan psikologis yang melibatkan RS Mutiara Sukma tersebut dinilai sangat krusial dan akan terus dikembangkan pada program-program pembinaan kafilah di masa mendatang.
Menutup rangkaian penyambutan tersebut, Khairunnisa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan penuh dari Gubernur, jajaran Pemerintah Provinsi NTB, serta seluruh masyarakat, sekaligus mengapresiasi perhatian khusus yang diberikan kepada para pelatih yang telah mendampingi mereka selama proses persiapan hingga perlombaan.












