Jurnalekbis.com – Mengejar waktu berangkat kerja sering membuat pengendara sepeda motor tergoda memacu kendaraan lebih cepat. Padahal, keselamatan di jalan perlu menjadi prioritas sejak mesin motor dinyalakan. Astra Motor NTB melalui kampanye #Cari_Aman mengingatkan para pemotor yang bekerja agar tidak menukar keselamatan dengan target pekerjaan.
Marketing Manager Astra Motor NTB Yehezkiel Felix mengatakan pengendara perlu memahami potensi bahaya di jalan sekaligus mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi tidak terduga.
“Berkendara aman merupakan bagian penting untuk memastikan pengendara dapat tiba di tempat kerja maupun kembali ke rumah dengan selamat,” kata Felix.
Menurut Felix, risiko lalu lintas dapat muncul kapan saja. Karena itu, pengendara perlu membangun kebiasaan berkendara yang aman, bukan hanya mengandalkan pengalaman atau kemampuan mengendalikan motor.
10 Tips #Cari_Aman untuk Pemotor Pekerja
1. Pakai helm SNI.
Gunakan helm yang memenuhi standar SNI dan pastikan tali pengikat terpasang dengan benar. Helm yang terpasang longgar tidak memberikan perlindungan secara optimal.
2. Cek motor sebelum berangkat.
Periksa kondisi rem, ban, lampu, klakson, bahan bakar, serta komponen penting lainnya. Pemeriksaan singkat dapat membantu menemukan masalah sebelum motor digunakan.
3. Berangkat lebih awal.
Jangan menjadikan keterlambatan sebagai alasan untuk memacu kendaraan. Mengatur waktu keberangkatan memberi ruang lebih besar untuk berkendara dengan tenang.
4. Patuhi rambu dan marka.
Lampu lalu lintas, marka jalan, dan batas kecepatan menjadi panduan yang harus diperhatikan setiap pengendara.
5. Jaga jarak aman.
Hindari terlalu dekat dengan kendaraan di depan. Jarak yang cukup memberi pengendara waktu untuk bereaksi ketika kendaraan tersebut melakukan pengereman mendadak.
6. Simpan ponsel saat berkendara.
Notifikasi, panggilan, atau pesan dapat mengalihkan perhatian. Fokus penuh tetap dibutuhkan selama motor bergerak.
7. Gunakan perlengkapan yang sesuai.
Jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu dapat membantu memberikan perlindungan selama perjalanan.
8. Sesuaikan kecepatan.
Kondisi jalan dan cuaca bisa berubah. Saat hujan atau jalan licin, kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan.
9. Jangan berkendara ketika mengantuk.
Kelelahan dapat menurunkan konsentrasi dan respons pengendara. Jika tubuh sudah lelah, berhenti dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
10. Waspadai pengguna jalan lain.
Pengendara tidak hanya menghadapi risiko dari dirinya sendiri. Pergerakan kendaraan lain juga perlu diperhitungkan agar keputusan di jalan tetap aman.
Felix juga mengajak pemotor tidak berhenti pada keselamatan diri sendiri. Menurutnya, kebiasaan berkendara aman perlu dibagikan kepada keluarga, rekan kerja, dan lingkungan sekitar.
“Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Bagi pekerja yang menjadikan sepeda motor sebagai kendaraan utama, #Cari_Aman bukan sekadar slogan. Kebiasaan sederhana seperti memeriksa kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga jarak, hingga mengendalikan kecepatan dapat menjadi bagian penting dari perjalanan sehari-hari.
Sebab, target pekerjaan bisa dikejar kembali. Namun, keselamatan di jalan tidak boleh dipertaruhkan.












