JURNALEKBIS.com — LOMBOK BARAT, Lima atlet karate putri dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat berhasil mengukir prestasi gemilang di ajang bergengsi National Open Karate Championship Bupati Cup V Tahun 2026. Dalam kompetisi yang berlangsung di GOR Tastura, Lombok Tengah, pada 5–8 Oktober 2026 tersebut, kelima siswi ini sukses membawa pulang trofi juara setelah bersaing ketat dengan ratusan karateka dari berbagai daerah di Indonesia.
Prestasi ini kian manis karena seluruh medali diraih dalam kategori Festival Kumite Putri kelas -55 kilogram. Tiga atlet berhasil menduduki podium tertinggi (Juara I), sementara dua lainnya menempati posisi kedua (Juara II).
Baca juga: MAN Lombok Barat Beri Beasiswa Komite untuk Ketua dan Wakil Ketua ORSIMA Terpilih
Dominasi Podium oleh Atlet Muda
Tiga nama yang berhasil merebut gelar Juara I adalah Zahwa Ramadani (Kelas XI KES 1), Warda Aulia (Kelas X.C), dan Nauva Vazira (Kelas XI SOS 2). Sementara itu, Citra Cahaya Ramadayani (Kelas X.A) dan Dina Aulia (Kelas XI SOS 2) harus puas meraih perak setelah tampil maksimal di babak final.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa siswa-siswi MAN Lombok Barat tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di bidang olahraga bela diri. Prestasi ini merupakan buah dari latihan intensif, kedisiplinan tinggi, serta penguatan mental yang dilakukan para atlet sebelum turun ke arena pertandingan.
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., menyatakan rasa bangganya atas capaian para siswi. Ia menilai prestasi ini bukan sekadar kemenangan sesaat, melainkan indikator nyata dari keberhasilan implementasi “Kurikulum Berbasis Cinta” (KBC) yang diterapkan di madrasah tersebut.
“Alhamdulillah, kami merasa bangga. Semakin banyak prestasi yang diraih, semakin terlihat bahwa kegiatan di madrasah ini dijalankan dengan rasa cinta. Dalam filosofi KBC, mencintai pekerjaan atau kegiatan berarti adanya pencapaian dan kesungguhan dalam proses,” ujar Kemas Burhan.
Baca juga: Menanti Hujan di Tengah Kekeringan, Pemkab dan Warga Lombok Barat Gelar Shalat Istisqa
Menurut Kemas, cinta dalam pendidikan harus diterjemahkan dalam bentuk komitmen, kepedulian terhadap perkembangan peserta didik, dan kemauan untuk memberikan hasil terbaik. Dukungan penuh dari pihak madrasah dalam memfasilitasi bakat siswa menjadi kunci utama dalam mencetak atlet-atlet berprestasi seperti lima srikandi tersebut.
Latihan Intensif Berbuah Manis
Sementara itu, Pembina Karate MAN Lombok Barat, Husniati, S.Pd., mengungkapkan bahwa hasil ini adalah jawaban atas ketekunan para siswa selama masa pembinaan.
Ia menekankan bahwa kemenangan dalam karate tidak hanya ditentukan oleh teknik menyerang dan bertahan, melainkan juga konsentrasi, kecepatan membaca lawan, dan pengendalian emosi.
“Alhamdulillah, latihan intensif yang dijalani anak-anak tidak sia-sia. Mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaik di tengah tekanan pertandingan. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami semua, terutama bagi anak-anak yang sudah berjuang keras,” kata Husniati.
Baca juga: GP Mandalika 2026 Dongkrak Omzet Kuliner Lombok
Husniati berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus meningkatkan kualitas diri. Melalui karate, siswa tidak hanya belajar bela diri, tetapi juga menanamkan karakter sportif, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada.
Raihan tiga emas dan dua perak dalam satu ajang nasional menjadi catatan positif bagi MAN Lombok Barat. Prestasi ini memperkuat argumen bahwa pendidikan holistik yang menyeimbangkan aspek intelektual, keterampilan, dan karakter adalah kunci mencetak generasi unggul.
Dengan dukungan ekosistem pendidikan yang kondusif, mulai dari kepala madrasah, pembina, guru, hingga orang tua, MAN Lombok Barat terus berupaya membuka ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakatnya.
Kini, kelima trofi yang dibawa pulang dari Lombok Tengah bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan representasi dari disiplin, semangat juang, dan kecintaan terhadap proses.
Capaian ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh warga madrasah untuk terus melangkah, berproses, dan melahirkan prestasi-prestasi berikutnya di kancah yang lebih luas.












