MotoGP Mandalika 2026: Misi Mario, Veda, dan Duel Marquez-Martin

MotoGP Mandalika 2026: Misi Mario, Veda, dan Duel Marquez-Martin
Pengamat otomotif Priandhi Satria (Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association periode 2022–2026)
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com  – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9–11 Oktober menjadi kesempatan penting bagi dua pebalap Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, untuk memperbaiki hasil balapan. Di kelas MotoGP, persaingan Marc Marquez dan Jorge Martin yang hanya terpaut dua poin juga menjadi sorotan menjelang seri Mandalika.

Pengamat otomotif Priandhi Satria menilai, balapan kandang dapat memberikan motivasi tambahan bagi Mario dan Veda. Namun, dukungan publik tidak otomatis menjamin hasil maksimal. Keduanya harus menunjukkan performa kompetitif sejak latihan bebas, kualifikasi, hingga lap terakhir.

“Potensi harus diterjemahkan menjadi performa nyata sejak latihan, kualifikasi, hingga lap terakhir,” ujar Priandhi, mantan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Jumat (9/10).

Mario Aji Berburu Konsistensi di Moto2

Mario Suryo Aji menghadapi tantangan berat di kelas Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia. Hingga seri Jepang di Sirkuit Motegi, ia menempati posisi ke-27 klasemen sementara dengan tiga poin.

Mario juga gagal menyelesaikan balapan Moto2 Jepang setelah menjalani delapan lap. Hasil tersebut membuat seri Mandalika menjadi momentum untuk membangun kembali kepercayaan diri sekaligus memperbaiki catatan musim ini.

Menurut Priandhi, Mario perlu menemukan setelan motor yang tepat, membangun ritme kompetitif, dan memperbaiki posisi start sebelum memasang target tinggi.

Mario juga memiliki pengalaman di Mandalika sejak berkompetisi di kelas junior. Pada Juli 2026, ia menjalani dua sesi latihan bersama Veda Ega Pratama di sirkuit tersebut.

Priandhi menilai finis di posisi ke-10 hingga ke-15 bisa menjadi perkembangan berarti jika Mario mampu meningkatkan performa. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada hasil kualifikasi, strategi tim, kondisi motor, dan dinamika balapan.

Veda Ega Punya Modal Tembus 10 Besar

Berbeda dengan Mario, Veda Ega Pratama datang dengan modal klasemen lebih kuat di Moto3. Hingga seri Motegi, pebalap Indonesia itu menempati posisi kedelapan dengan 105 poin, jumlah yang sama dengan Hakim Danish yang berada satu tingkat di atasnya.

Di Motegi, Veda finis di posisi ke-11 setelah memulai balapan dari urutan ke-16. Hasil itu menunjukkan pentingnya posisi start dan kemampuan bersaing dalam kelompok terdepan.

Priandhi menilai peluang Veda untuk menembus 10 besar di Mandalika cukup terbuka. Bahkan, podium dapat menjadi sasaran jika ia mampu menjaga kecepatan, memilih momentum menyalip, dan mempertahankan posisi hingga akhir balapan.

“Dalam Moto3, posisi dan momentum sangat penting karena jarak antarpembalap sering kali sangat tipis,” kata Priandhi.

Pengalaman latihan di Mandalika pada Juli lalu dapat membantu Veda mengenali karakter tikungan, titik pengereman, dan jalur balap. Meski demikian, ia tetap membutuhkan hasil kualifikasi yang kuat untuk mengurangi risiko terjebak di tengah rombongan.

Marquez Kejar Martin, Selisih Dua Poin

Persaingan MotoGP juga menarik perhatian setelah Marc Marquez memenangi balapan utama di Motegi pada 4 Oktober 2026. Jorge Martin finis kedua, sedangkan Marco Bezzecchi menempati posisi ketiga.

Materi Iklan FINAL 2026

Berdasarkan klasemen setelah seri Jepang, Martin memimpin dengan 333 poin, disusul Marquez dengan 331 poin. Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 284 poin, diikuti Pedro Acosta dengan 243 poin dan Ai Ogura dengan 237 poin.

Marquez memiliki peluang kembali bersaing memperebutkan kemenangan di Mandalika. Namun, Martin dan Bezzecchi juga berpotensi memberikan perlawanan, bergantung pada hasil latihan, kualifikasi, pemilihan ban, serta kondisi lintasan.

Marquez juga memiliki catatan yang patut diperhatikan. Sejak MotoGP digelar di Mandalika pada 2022, ia belum pernah naik podium dalam balapan utama hari Minggu hingga 2025. Ia pernah finis ketiga pada Sprint Race Mandalika 2024 saat membela Gresini Racing. Pada balapan utama tahun itu, motornya mengalami kebakaran.

Dengan persaingan klasemen yang ketat, hasil di Mandalika dapat memengaruhi perebutan gelar dunia. Sementara bagi Mario dan Veda, balapan kandang menjadi kesempatan untuk membuktikan perkembangan di hadapan publik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *