Jurnalekbis.com – Marc Marquez menghadapi tantangan berat pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Pembalap Ducati Lenovo itu harus mengejar kecepatan Aprilia sekaligus memutus catatan empat musim beruntun tanpa finis pada balapan utama MotoGP Mandalika, sejak 2022 hingga 2025.
Hasil latihan Jumat (9/10/2026) menunjukkan Marquez masih memiliki peluang bersaing di barisan depan. Namun, performa Aprilia yang mendominasi sesi Practice menjadi ancaman serius menjelang balapan utama pada Minggu (11/10/2026).
Pada Free Practice 1 (FP1), Marquez mencatat waktu 1 menit 30,369 detik dan menempati posisi kedua. Ia hanya tertinggal 0,237 detik dari Marco Bezzecchi yang memperkuat Aprilia Racing.
Situasi berubah pada sesi Practice. Marquez turun ke posisi kelima dengan catatan 1 menit 29,426 detik. Ia tertinggal 0,701 detik dari Raul Fernandez dari Trackhouse MotoGP Team yang tampil sebagai pembalap tercepat.
Aprilia Dominasi Latihan
Tiga posisi teratas sesi Practice menjadi milik Aprilia. Raul Fernandez memimpin, disusul Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Hasil ini memperlihatkan kekuatan pabrikan Italia tersebut dalam menghadapi karakter Sirkuit Mandalika.
Pengamat otomotif Priandhi Satria, yang akrab disapa Andhi Satria dan menjabat Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) pada 2022–2025, menilai Marquez masih perlu meningkatkan kecepatan untuk menghadapi persaingan.
“Marquez memiliki kemampuan dan pengalaman untuk bersaing di depan. Namun, hasil latihan menunjukkan bahwa ia masih harus menemukan kecepatan yang lebih baik. Aprilia tampil kuat di Mandalika, sehingga Ducati perlu memanfaatkan sesi berikutnya untuk memperkecil selisih waktu,” jelas Andhi.
Marquez juga mengakui keunggulan Aprilia, terutama saat melewati tikungan cepat. Meski performanya melampaui perkiraan awal, ia masih kesulitan menemukan kecepatan optimal dalam satu putaran.
Empat Musim Tanpa Finis
Tantangan Marquez bukan hanya soal kecepatan. Catatan empat musim terakhir memperlihatkan betapa sulitnya ia menuntaskan balapan utama di Mandalika.
Pada 2022, ia absen dari balapan utama setelah mengalami kecelakaan saat pemanasan dan dinyatakan tidak fit. Pada 2023, ia terjatuh saat lomba berlangsung. Pada 2024, masalah teknis berupa motor yang terbakar membuatnya gagal finis. Sementara itu, pada 2025, ia tersingkir setelah insiden bersama Bezzecchi pada putaran pertama.
Rangkaian kejadian tersebut memiliki penyebab berbeda. Karena itu, Marquez membutuhkan strategi yang tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga konsistensi, pengelolaan ban, pengereman, dan kesiapan teknis motor.
Andhi menilai Marquez perlu mengatur momentum serangan dan menghindari risiko yang tidak perlu. Catatan penting: kutipan langsung mengenai strategi dan target finis dalam draf ini masih memerlukan konfirmasi kepada Andhi Satria sebelum dipublikasikan.
Finis Jadi Target Penting
Peluang Marquez merebut kemenangan belum tertutup. Namun, ia harus memangkas selisih waktu dari para pesaing, memperbaiki posisi start, dan menjaga performa sepanjang balapan.
Jika Aprilia mempertahankan dominasinya, finis di zona poin tetap menjadi target penting bagi Marquez. Hasil tersebut akan mengakhiri rangkaian kegagalan menyelesaikan balapan utama Mandalika sekaligus membuka peluang untuk kembali memburu podium.
Pada akhirnya, tantangan Marquez bukan sekadar menjadi yang tercepat. Ia harus memadukan keberanian, strategi, dan konsistensi agar bisa melewati garis finis di Mandalika.












