Tenun Jadi Sumber Listrik, Inovasi Mina Tenun Bantu Warga Sukarara

Tenun Jadi Sumber Listrik, Inovasi Mina Tenun Bantu Warga Sukarara
Tenun Jadi Sumber Listrik, Inovasi Mina Tenun Bantu Warga Sukarara
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com– Program Mina Tenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendorong peningkatan pendapatan penenun perempuan sekaligus menghadirkan inovasi energi terbarukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga yang dijalankan bersama Aviation Fuel Terminal (AFT) BIL, upah penenun yang sebelumnya sekitar Rp25.000 per lembar kain kini dapat mencapai minimal Rp750.000 setelah dikurangi modal kain.

Perubahan tersebut terjadi setelah kelompok penenun memperoleh akses bahan baku, pemasaran melalui Galeri Mina Tenun, serta kepastian pembayaran setelah kain selesai diproduksi. Sebelumnya, penenun bergantung pada pengepul yang membeli hasil tenun dengan harga rendah. Mereka bahkan harus menunggu produk terjual untuk menerima pembayaran.

Sejak pendampingan dimulai pada 2022 hingga 2026, pendapatan kelompok Mina Tenun mencapai Rp288 juta per tahun. Program ini juga menarik sekitar 3.600 wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis budaya lokal.

Tenun Tradisional Menggerakkan Ekonomi Perempuan

Local Hero Mina Tenun, Sudiman, mengatakan pendampingan Pertamina membawa perubahan terhadap kondisi galeri, proses produksi, dan pemasaran hasil tenun masyarakat.

“Sebelum Pertamina hadir, lokasi kami masih kumuh, galeri belum tertata, dan pemasaran belum meluas. Setelah Pertamina mendampingi kelompok kami, usaha tenun mulai berkembang dan melahirkan berbagai inovasi yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat,” ujar Sudiman.

Galeri Mina Tenun menjadi salah satu penggerak perubahan tersebut. Selain membantu pemasaran, galeri menyediakan akses bahan baku agar penenun dapat bekerja tanpa terlalu terbebani keterbatasan modal.

Peningkatan pendapatan juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis kerajinan tradisional. Di sisi lain, kunjungan wisatawan memperkenalkan tenun Sukarara kepada pasar yang lebih luas.

Pertamina Patra Niaga mengajak sejumlah wartawan mengunjungi program tersebut pada Jumat (9/10/2026) untuk melihat langsung perkembangan pemberdayaan masyarakat dan inovasi yang dijalankan kelompok penenun.

Gerakan Alat Tenun Membantu Distribusi Air Bersih

Mina Tenun tidak hanya mengembangkan usaha kerajinan, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk menjawab persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih.

Kelompok ini memodifikasi alat tenun bukan mesin (ATBM) agar gerakan pedal dan pulley menghasilkan energi mekanik. Generator kemudian mengubah energi tersebut menjadi listrik untuk menggerakkan pompa air dan panel kontrol distribusi.

Sistem tersebut membantu penyaluran air bersih ke rumah warga dan fasilitas umum. Pengembangannya juga mendapat dukungan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui program TJSL Pertamina Patra Niaga.

Inovasi ini menghubungkan kegiatan produktif masyarakat dengan kebutuhan dasar, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan di tingkat desa.

Pertamina Dorong Pemberdayaan Berkelanjutan

VP Community Involvement & Development PT Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, mengatakan Mina Tenun mengintegrasikan pelestarian budaya, penguatan ekonomi perempuan, dan inovasi teknologi.

Materi Iklan FINAL 2026

“Melalui Mina Tenun, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan inovasi teknologi. Kami berharap program ini memperkuat kemandirian ekonomi perempuan, memperluas manfaat energi terbarukan, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Dian.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terpadu.

Menurut Ahad, kunjungan media diharapkan memperluas informasi mengenai manfaat program sekaligus mendorong pengembangan pemberdayaan perempuan dan akses air bersih melalui energi terbarukan.

Capaian Mina Tenun memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat. Dengan pemasaran yang lebih luas, inovasi teknologi, dan dukungan berkelanjutan, program ini berpotensi memperkuat posisi penenun perempuan serta mengembangkan wisata berbasis masyarakat di Desa Sukarara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *