Veda Ega Bidik Podium Moto3 Mandalika, Start Ketujuh Jadi Modal!

Veda Ega Bidik Podium Moto3 Mandalika, Start Ketujuh Jadi Modal!
Veda Ega Bidik Podium Moto3 Mandalika, Start Ketujuh Jadi Modal!
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com– Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, membuka peluang menembus lima besar hingga perebutan podium Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Pembalap Honda Team Asia itu akan memulai balapan dari posisi ketujuh di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (11/10/2026).

Veda mencatat waktu terbaik 1 menit 37,246 detik pada sesi kualifikasi Q2, Sabtu (10/10/2026). Catatan tersebut hanya terpaut 0,385 detik dari Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo), yang merebut pole position dengan waktu 1 menit 36,861 detik.

Selisih waktu yang relatif tipis membuka peluang bagi Veda untuk memperbaiki posisi saat balapan. Namun, pembalap muda Indonesia itu perlu menjaga konsistensi, memaksimalkan start, dan membaca pergerakan lawan agar mampu bersaing dengan rombongan terdepan.

Pengamat otomotif sekaligus Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) periode 2022–2026, Priandhi Satria atau Andhi Satria, menilai posisi ketujuh cukup strategis bagi Veda untuk membangun persaingan sejak awal.

“Veda start dari posisi ketujuh, dan ini merupakan posisi yang cukup baik untuk memulai balapan. Catatan waktunya juga tidak terpaut terlalu jauh dari pembalap tercepat. Artinya, peluang untuk bersaing di barisan depan masih terbuka,” ujar Andhi.

Lap Pertama Jadi Penentu

Start dari baris ketiga menuntut Veda bergerak cepat sejak lampu start padam. Ia harus mempertahankan posisi sekaligus mencari celah untuk melewati pesaing tanpa mengambil risiko berlebihan.

Menurut Andhi, lap pertama menjadi salah satu momen krusial karena kehilangan beberapa posisi dapat menyulitkan Veda mengejar rombongan terdepan.

“Dia harus bisa melakukan start dengan baik, menjaga posisinya, dan kalau ada kesempatan yang aman, tentu bisa mencoba naik beberapa tingkat. Jangan sampai kehilangan terlalu banyak posisi pada awal balapan,” katanya.

Persaingan di depan Veda juga tidak mudah. David Almansa, Alvaro Carpe, Adrian Fernandez, Guido Pini, dan Maximo Quiles mengisi posisi kedua hingga keenam. Quiles menjadi salah satu pesaing terdekat yang perlu Veda perhatikan ketika balapan dimulai.

Sementara itu, Uriarte akan memimpin rombongan dari posisi terdepan. Veda perlu menjaga jarak dengan para pembalap di depannya agar tetap memiliki kesempatan masuk ke persaingan lima besar.

Catatan Waktu Veda Meningkat

Hasil kualifikasi memperlihatkan Veda mampu mempertajam catatan waktunya sepanjang sesi. Ia mencatat 1 menit 38,162 detik pada putaran kedua, kemudian 1 menit 38,167 detik pada putaran ketiga, sebelum mencetak waktu terbaik 1 menit 37,246 detik pada putaran keenam.

Peningkatan tersebut memberikan gambaran positif tentang kecepatannya dalam satu putaran. Meski demikian, performa kualifikasi tidak otomatis menjamin hasil serupa dalam balapan yang menuntut konsistensi sepanjang lomba.

“Dalam balapan, bukan hanya soal siapa yang bisa mencatat waktu tercepat dalam satu putaran. Pembalap harus mampu menjaga konsistensi, membaca pergerakan lawan, dan memilih momentum untuk menyalip,” jelas Andhi.

Materi Iklan FINAL 2026

Ia juga mengingatkan Veda agar tidak terburu-buru mengejar posisi. Keputusan yang tepat saat menghadapi persaingan ketat akan menentukan peluang pembalap Indonesia itu mempertahankan ritme hingga garis finis.

Dukungan Publik Indonesia

Balapan di Mandalika memberikan keuntungan tersendiri bagi Veda karena ia tampil di hadapan pendukung Indonesia. Dukungan penonton dapat menjadi motivasi tambahan, tetapi ia tetap perlu menjaga fokus dan mengendalikan tekanan.

Dengan modal start ketujuh dan selisih 0,385 detik dari pole position, Veda memiliki peluang realistis untuk mengejar lima besar. Sementara itu, podium membutuhkan performa lebih konsisten serta momentum yang tepat sepanjang balapan.

Balapan utama Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada Minggu (11/10/2026) akan menjadi kesempatan bagi Veda untuk menunjukkan daya saingnya di hadapan publik sendiri. Hasil akhirnya bergantung pada kemampuan memanfaatkan peluang, menjaga kecepatan, dan menghindari kesalahan hingga putaran terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *