Jurnalekbis.com – Ketua DPW Dewi Pertiwi NTB, Arjuna, mendorong penguatan kolaborasi antara organisasi perempuan dan masyarakat untuk menjawab berbagai persoalan sosial. Melalui strategi yang mengedepankan pemberdayaan, peningkatan kapasitas, dan kerja sama lintas elemen, organisasi ini ingin memperluas peran perempuan dalam pembangunan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Arjuna menegaskan, kemajuan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari kontribusi perempuan. Karena itu, organisasi perempuan perlu membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi dasar Dewi Pertiwi dalam menjalankan misi sebagai wadah perjuangan, ruang aktualisasi, serta sarana peningkatan kapasitas perempuan. Organisasi ini juga ingin berkontribusi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Tiga Pilar Strategi Dewi Pertiwi NTB
Dalam menjalankan strategi kolaborasi, Dewi Pertiwi NTB mengusung tiga prinsip utama, yakni merangkul, memberdayakan, dan berkolaborasi.
Pilar pertama menekankan pentingnya merangkul masyarakat tanpa menggurui. Organisasi perempuan perlu mendengar aspirasi warga, memahami kondisi setempat, serta mendampingi masyarakat dalam menentukan langkah penyelesaian masalah.
Pendekatan ini menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program. Dengan begitu, kegiatan organisasi tidak sekadar berorientasi pada pelaksanaan agenda, tetapi juga memperhatikan manfaat nyata bagi warga.
Pilar kedua berfokus pada pemberdayaan. Dewi Pertiwi NTB ingin mendorong perempuan agar memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.
Sejumlah bidang yang menjadi perhatian meliputi pelatihan ekonomi kreatif, edukasi kesehatan keluarga, dan pendampingan literasi. Ketiga bidang tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kemampuan perempuan, memperluas wawasan, serta membuka peluang kemandirian ekonomi.
Pemberdayaan juga menuntut ruang partisipasi yang lebih luas. Perempuan tidak hanya berperan sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai penggerak kegiatan dan bagian dari proses pengambilan keputusan di lingkungan sosialnya.
Ajak Tokoh Adat hingga Pemerintah Desa Bersinergi
Pilar ketiga menempatkan kolaborasi sebagai kunci keberhasilan program. Dewi Pertiwi NTB membuka peluang kerja sama dengan tokoh adat, pemuda, karang taruna, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mempertemukan gagasan, sumber daya, dan pengalaman dari berbagai kelompok. Dengan pembagian peran yang jelas, kegiatan pemberdayaan perempuan berpeluang menjangkau lebih banyak warga dan menjawab kebutuhan yang beragam.
Kolaborasi juga penting untuk menjaga keberlanjutan program. Organisasi perempuan tidak harus bekerja sendiri, melainkan dapat membangun kemitraan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing pihak.
Arjuna merangkum semangat tersebut melalui pesan, “Dari Perempuan, Untuk Masyarakat. Kita Kuat Karena Bersama.”
Ia juga menekankan bahwa keberadaan organisasi perempuan bukan tentang siapa yang tampil paling depan, melainkan tentang kemampuan merangkul berbagai pihak agar dapat berkembang bersama.
Dorong Perempuan Menjadi Penggerak Perubahan
Dewi Pertiwi NTB menempatkan peningkatan kapasitas perempuan sebagai bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Melalui ruang aktualisasi dan kegiatan berbasis kebutuhan warga, organisasi ini ingin mendorong perempuan mengambil peran lebih aktif dalam kehidupan sosial.
Namun, keberhasilan strategi tersebut membutuhkan pelaksanaan program yang konsisten, partisipasi masyarakat, serta kerja sama yang berkelanjutan. Dampaknya juga perlu terlihat melalui peningkatan keterampilan, keterlibatan perempuan, dan manfaat yang dirasakan warga.
Prinsip yang diusung Dewi Pertiwi NTB terangkum dalam satu gagasan: perempuan berdaya, masyarakat sejahtera.
Dengan semangat gotong royong, organisasi perempuan diharapkan mampu menjadi mitra masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih inklusif, mandiri, dan memiliki kesempatan berkembang secara bersama-sama.












