Jelang Pilkades Serentak di 77 Desa, Polres Lombok Barat Siapkan 300 Personel

Kapolres Lombok Barat, AKBP Mellysa Amalia, saat memberikan keterangan resminya terkait kesiapan pengamanan Pilkades serentak di 77 desa, Kamis (15/10/2026).(Foto: Jurnal Ekbis/ Taufik)
Materi Iklan FINAL 2026

 


JURNAL
EKBIS.com — LOMBOK BARAT,
Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat menyiapkan skema pengamanan ketat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan melibatkan 77 desa di wilayah tersebut. Sebanyak 300 personel gabungan telah disiagakan untuk menjamin kelancaran dan keamanan proses demokrasi tingkat desa ini.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Mellysa Amalia, menegaskan bahwa pengerahan personel tersebut disesuaikan dengan jumlah desa yang melaksanakan pemilihan serta kondisi keamanan di masing-masing lokasi.

“Sesuai dengan desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa, kita menyiapkan 300 personel. Insyaallah jumlah ini dapat mencukupi kebutuhan pengamanan di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di wilayah hukum Polres Lombok Barat,” ujar AKBP Mellysa dalam wawancaKamis (15/10/2026).

Dalam teknis pelaksanaannya, Polres Lombok Barat menerapkan strategi pengamanan bertingkat. Untuk TPS yang berada di wilayah dengan kategori aman atau tidak rawan konflik, standar penempatan personel adalah satu anggota polisi per TPS. Namun, pendekatan berbeda akan diterapkan di area yang teridentifikasi memiliki potensi kerawanan.

“Setiap TPS standarnya satu personel jika wilayah tersebut tidak memasuki kategori rawan konflik. Namun, kami akan menambah jumlah personel secara signifikan apabila wilayah tersebut memerlukan perhatian khusus atau masuk dalam zona rawan,” jelas AKBP Mellysa.

Penambahan personel ini bertujuan untuk mencegah eskalasi konflik dan memastikan suasana kondusif selama pemungutan suara berlangsung.

Guna mematangkan kesiapan lapangan, Polres Lombok Barat juga menjadwalkan pelaksanaan simulasi pengamanan. Simulasi ini direncanakan digelar mendekati hari pelaksanaan Pilkades. Waktu tersebut dipilih agar seluruh personel, termasuk mereka yang berstatus Bantuan Operasi (BKO) dari satuan lain, sudah tiba di lokasi dan siap bertugas.

“Mendekati pelaksanaan, simulasi akan kita gelar. Ini penting agar anggota yang sudah BKO juga sudah datang, sehingga kita tinggal melaksanakan pengamanan sesuai prosedur,” tambahnya.

Terkait identifikasi wilayah rawan, Polresta Lombok Barat saat ini masih mengandalkan data historis dari Pilkades sebelumnya sebagai indikator awal. Namun, analisis akan diperdalam setelah daftar calon kepala desa ditetapkan secara resmi.

“Sementara ini, kerawanan kami lihat dari historis kejadian di Pilkades sebelumnya. Namun, ketika nanti sudah ada ketetapan calon, kami akan melakukan profiling terhadap para calon. Kami akan menilai apakah dinamika antar-cal berpotensi menimbulkan konflik atau tidak,” ungkap AKBP Mellysa.

Hingga saat ini, Kapolres menyatakan belum ada isu konflik yang signifikan yang berkembang di masyarakat. Langkah antisipatif lebih ditekankan pada pencegahan berbasis data dan pengawasan dini.

Materi Iklan FINAL 2026

Di tengah persiapan teknis pengamanan, AKBP Mellysa Amalia juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat Lombok Barat. Ia mengajak seluruh warga untuk menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

“Kepada masyarakat Polres Lombok Barat, cerdaslah dalam memilih kepala desa. Ingatlah bahwa kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Siapapun yang menang harus didukung, dan siapapun yang kalah juga perlu mendapatkan dukungan moral demi keutuhan desa,” pungkasnya.

Dengan kombinasi kekuatan personel, strategi pengamanan adaptif, serta edukasi kepada masyarakat, Polres Lombok Barat optimistis Pilkades serentak di 77 desa dapat berjalan lancar, aman, dan demokratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *