Murung Raya Lirik Kurma Tropis NTB, Target Mulai 2027

Murung Raya Lirik Kurma Tropis NTB, Target Mulai 2027
Murung Raya Lirik Kurma Tropis NTB, Target Mulai 2027
Materi Iklan FINAL 2026

JurnaleKbis.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, menjajaki budidaya kurma tropis dengan belajar dari pengembangan kurma di Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mencari komoditas pertanian alternatif yang berpotensi memperkuat ekonomi daerah dan mendukung ekonomi hijau.

Penjajakan tersebut berlangsung melalui koordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB serta kunjungan ke kebun Ukhuwah Datu Nusantara. Pemerintah Murung Raya ingin mengetahui kesesuaian lahan, teknik budidaya, dan kebutuhan teknologi sebelum memasukkan rencana pengembangan ke dalam program tahun anggaran 2027.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menyambut baik penjajakan itu. Ia menyatakan kesiapan untuk mengawal koordinasi pengembangan bibit unggul, termasuk kurma lokal, Kurma Rinjani, dan varietas Kumari.

Menurut Aryadi, pengembangan kurma dapat dikaji melalui pemanfaatan bioteknologi dan kultur jaringan sesuai kebutuhan serta kondisi daerah. Namun, penerapannya perlu mempertimbangkan karakteristik lingkungan dan hasil penelitian agar pengembangan tanaman berjalan berdasarkan data ilmiah.

Dalam kunjungan ke Ukhuwah Datu Nusantara, Dr. Lukmanul Hakim, Penelaah Teknis Kebijakan Bapperida Kabupaten Murung Raya, bersama tim membahas tahapan awal pengembangan kurma tropis.

Tim merencanakan pembentukan kelompok survei, penentuan titik koordinat, serta pemeriksaan sampel dan data tanah. Langkah tersebut bertujuan mengetahui kesesuaian lahan dan kondisi agroklimat Murung Raya sebelum pemerintah menentukan lokasi penanaman.

Pemeriksaan ini menjadi tahap penting karena keberhasilan budidaya tidak hanya bergantung pada varietas bibit. Kondisi tanah, ketersediaan air, iklim, serta teknik pemeliharaan juga perlu mendapat perhatian dalam penyusunan rencana pengembangan.

Tim turut membahas kemungkinan pendampingan teknis dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu penyusunan peta jalan atau roadmap yang sesuai dengan karakteristik wilayah Murung Raya.

Dalam rancangan awal, tim mempertimbangkan jarak tanam kurma 10 × 10 meter. Mereka juga membahas pemanfaatan tanaman sela sacha inchi untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Rencana ini masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut sebelum penerapan di lapangan.

Selain berdiskusi, rombongan Bapperida Murung Raya meninjau kebun kurma yang telah berbuah. Mereka juga mengikuti praktik penyerbukan pada kurma varietas lokal untuk memahami proses perkembangbiakan tanaman tersebut.

Kegiatan lapangan ini memberi kesempatan kepada tim untuk mengamati kondisi tanaman sekaligus mempelajari teknik perkawinan bunga kurma. Pengetahuan tersebut menjadi bekal dalam menilai kebutuhan tenaga teknis dan metode budidaya yang tepat.

Dr. Lukmanul Hakim menjelaskan, langkah selanjutnya ialah mengajak tim Ukhuwah Datu Nusantara memeriksa kondisi tanah di Kabupaten Murung Raya. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan evaluasi sebelum pemerintah menyusun program pengembangan pada 2027.

Materi Iklan FINAL 2026

Penjajakan ini membuka peluang bagi Murung Raya untuk memperluas pilihan komoditas pertanian. Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu memastikan kesesuaian varietas, kondisi agroklimat, kebutuhan air, dan kelayakan ekonomi sebelum menjalankan budidaya dalam skala luas.

Hasil survei dan kajian teknis akan menentukan langkah berikutnya, termasuk kebutuhan bibit, pendampingan, serta model pengelolaan kebun.

Melalui pendekatan berbasis data, Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap budidaya kurma tropis dapat berkembang secara terukur dan berkelanjutan. Jika hasil kajian mendukung, komoditas ini berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk mendorong diversifikasi pertanian dan memperkuat ekonomi hijau daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *