Jurnalekbis.com– Tim SAR Gabungan menemukan dua wisatawan berusia 19 tahun dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Kuang Dingin, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (15/10/2026) sore. Keduanya merupakan korban terseret arus di Pantai Batu Pampang, Kecamatan Lunyuk. Hingga pencarian hari kedua berakhir, satu korban lainnya masih hilang.
Kedua korban berinisial MY asal Tangerang dan MZ asal Palembang. Warga setempat menemukan mereka terdampar di tepi Pantai Kuang Dingin, sekitar 3 mil laut atau nautical mile dari lokasi awal kejadian.
Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan kedua korban pada pukul 17.40 WITA. Tim SAR Gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Lunyuk.
“Memasuki sore hari di pencarian hari kedua ini, kami menerima laporan warga bahwa dua korban atas nama MY dan MZ telah ditemukan di tepi Pantai Kuang Dingin dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kurais.
Ia menegaskan, tim SAR akan melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan.
“Fokus kami selanjutnya adalah melanjutkan pencarian terhadap satu korban lagi yang belum ditemukan,” ujarnya.
Dengan penemuan MY dan MZ, total tiga dari empat wisatawan yang terseret arus di Pantai Batu Pampang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Satu korban lainnya, MKR (19), asal Ponorogo, Jawa Timur, masih dalam pencarian.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.45 WITA. Saat kejadian, empat wisatawan berusia 19 tahun terseret arus laut di kawasan Pantai Batu Pampang, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa.
Pada hari pertama operasi pencarian, tim menemukan satu korban asal Sulawesi dalam kondisi meninggal dunia. Pencarian kemudian berlanjut pada Kamis dengan menyisir kawasan pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian.
Penemuan dua korban pada hari kedua menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi tiga orang. Sementara itu, tim masih berupaya menemukan MKR yang belum diketahui keberadaannya.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Sumbawa, Polsek Alas, Polairud Polres Sumbawa, Pos TNI Angkatan Laut Labupadi, serta masyarakat setempat.
Seluruh unsur berkoordinasi untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban. Setelah penutupan sementara operasi pada Kamis sore, tim menjadwalkan pencarian terhadap MKR kembali berlangsung pada Jumat (16/10/2026) pagi.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais, memastikan operasi pencarian masih berfokus pada satu korban yang tersisa.
Belum ditemukannya MKR membuat operasi SAR di kawasan pesisir Lunyuk masih berlanjut. Tim gabungan terus berupaya menyisir area pencarian untuk menemukan korban terakhir dalam insiden yang menewaskan tiga wisatawan tersebut.
Perkembangan pencarian selanjutnya akan bergantung pada hasil penyisiran tim SAR Gabungan di sekitar lokasi kejadian dan wilayah pesisir yang menjadi area operasi.












