Muazzim Akbar Gaungkan Bangga Kencana, Serukan Pencegahan Stunting di Lombok Barat

Anggota Komisi IX DPR RI H. Muazzim Akbar, S.IP., berfoto bersama perwakilan BKKBN NTB, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Camat Lingsar, dan para kepala desa se-Kecamatan Lingsar usai Sosialisasi Program Bangga Kencana di Aula Kantor Camat Lingsar, Senin (19/10/2026).(Foto: Jurnal Ekbis)
Materi Iklan FINAL 2026

JURNALEKBIS.com — LOMBOK BARAT, Anggota Komisi IX DPR RI, H. Muazzim Akbar, S.IP., mendorong penguatan pembangunan keluarga, perencanaan keluarga, dan pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Muazzim saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja di Aula Kantor Camat Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Erni Suryana, Camat Lingsar Marzuqi, serta para kepala desa se-Kecamatan Lingsar.

Muazzim mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga, menekan angka stunting, serta mendorong terbentuknya keluarga yang sehat dan terencana.

Menurutnya, pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pengaturan kelahiran, tetapi juga menyangkut kesiapan pasangan dalam membangun rumah tangga, kesehatan ibu dan anak, serta pola pengasuhan yang baik.

Ia mengajak masyarakat untuk turut menyebarluaskan informasi mengenai program Bangga Kencana hingga tingkat keluarga, dusun, dan rukun tetangga (RT).

“Yang kita harapkan kepada Bapak dan Ibu yang hadir di sini untuk ikut membantu menyosialisasikan kepada keluarga terdekat yang ada di masing-masing kampung, dusun, dan RT,” kata Muazzim.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan calon pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Menurutnya, perencanaan keluarga yang matang diperlukan untuk membangun hubungan yang lebih siap dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Erni Suryana menegaskan bahwa pembangunan keluarga memiliki cakupan luas, mulai dari pembinaan remaja, kesehatan calon pengantin, kesehatan ibu dan anak, hingga pendampingan kelompok lanjut usia.

Erni menjelaskan, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut menjadi fase penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan remaja putri, termasuk pencegahan anemia, sebagai bagian dari persiapan kesehatan sebelum memasuki masa kehamilan.

Menurut Erni, pernikahan usia anak dapat meningkatkan risiko berbagai persoalan, mulai dari masalah kesehatan ibu dan anak hingga dampak sosial dalam keluarga. Karena itu, edukasi dan pendampingan bagi remaja serta calon pasangan perlu terus diperkuat.

Selain aspek kesehatan, Erni menekankan pentingnya keterlibatan ayah dan ibu dalam pengasuhan anak. Pengasuhan yang berkualitas, menurutnya, tidak seharusnya hanya dibebankan kepada ibu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama kedua orang tua.

Ia mengajak orang tua membangun komunikasi yang positif dengan anak, memberikan apresiasi, serta menghindari bentakan dan kemarahan berlebihan yang berpotensi memengaruhi perkembangan psikologis anak.

Materi Iklan FINAL 2026

Erni juga mendorong penguatan program orang tua asuh bagi anak yang mengalami stunting, serta berbagai kegiatan pendampingan keluarga yang telah dijalankan di Kecamatan Lingsar.

Menurutnya, program Bangga Kencana perlu dipahami secara menyeluruh karena mencakup berbagai tahapan kehidupan manusia, mulai dari remaja, pasangan usia subur, keluarga dengan balita, hingga kelompok lanjut usia.

Di sisi lain, Camat Lingsar Marzuqi menyampaikan bahwa pembangunan keluarga merupakan salah satu fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menekankan empat aspek penting dalam pembangunan keluarga berkualitas, yakni perencanaan keluarga yang matang, pencegahan stunting, pengelolaan data kependudukan yang akurat, serta penguatan ketahanan dan kualitas keluarga.

Marzuqi berharap kegiatan sosialisasi tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi serta kebutuhan terkait kesehatan keluarga, pelayanan keluarga berencana, pendidikan, dan penanganan stunting.

Melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, BKKBN, pemerintah desa, dan masyarakat, pembangunan keluarga diharapkan semakin optimal dalam mendukung terwujudnya masyarakat Lombok Barat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *