Anggota DPD RI Evi Apita Maya Pastikan Stok BBM NTB Aman, Minta Antisipasi Gangguan Logistik

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Hj. Evi Apita Maya, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).(Foto: Jurnal Ekbis/Taufik)
Materi Iklan FINAL 2026

JURNALEKBIS.com — LOMBOK BARAT, Anggota DPR RI Hj. Evi Apita Maya meminta pemerintah dan pemangku kepentingan memastikan kendala logistik serta antrean bahan bakar minyak (BBM) seperti yang terjadi di Denpasar, Bali, tidak terulang di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menekankan pentingnya antisipasi dini agar distribusi energi di daerah tetap lancar.

Evi mengaku telah menyampaikan langsung agar antrean panjang BBM di Denpasar tidak terjadi di NTB. Menurut senator NTB ini, pengalaman Bali menjadi peringatan bagi daerah lain, terutama wilayah kepulauan yang distribusinya bergantung pada pasokan dari Jawa.

“Kemarin saya juga sudah menyampaikan agar jangan sampai antrean panjang seperti yang terjadi di Denpasar, Bali, terjadi juga di Nusa Tenggara Barat,” ujar Evi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Terkait stok, politikus perempuan itu memastikan pasokan BBM di NTB saat ini dalam kondisi aman. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kebutuhan BBM untuk dua bulan ke depan dipastikan tercukupi.

“Untuk pasokan BBM kita, alhamdulillah aman. Berdasarkan informasi, untuk dua bulan ke depan pasokan aman,” kata Evi.

Ia menjelaskan, antrean panjang di Bali terjadi karena keterlambatan pengiriman kapal pengangkut BBM dari Jawa. Keterlambatan itu membuat pasokan tiba tidak sesuai jadwal dan memicu penumpukan kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar.

“Kejadian di Bali kemarin terjadi karena adanya keterlambatan pengiriman kapal dari Jawa, sehingga kapalnya terlambat dan menyebabkan antrean panjang, yang sekarang sudah terurai dalam waktu dua hari,” jelasnya.

Menurut Evi, persoalan tersebut menunjukkan bahwa risiko logistik perlu menjadi perhatian serius. Sebab, meskipun stok secara umum tersedia, gangguan jadwal pengiriman dapat langsung berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.

Untuk NTB, Evi memastikan pasokan dua bulan ke depan aman. Ia juga menyoroti komitmen Pertamina yang berupaya agar kejadian serupa tidak terjadi di Lombok maupun wilayah NTB lainnya.

“Untuk NTB, pasokan dua bulan ke depan dipastikan aman, dan pihak Pertamina juga menyoroti serta berkomitmen agar kejadian serupa tidak terjadi di Lombok. Antisipasi lebih awal telah dilakukan oleh pihak terkait,” ujarnya.

Evi berharap pemerintah daerah, Pertamina, serta instansi terkait terus berkoordinasi memastikan kelancaran distribusi BBM. Koordinasi dinilai penting agar informasi mengenai jadwal kapal, stok, dan kebutuhan daerah dapat terintegrasi.

Ia menekankan pengawasan terhadap jadwal pengiriman dan kesiapan infrastruktur logistik menjadi kunci. Dengan begitu, potensi keterlambatan dapat dideteksi lebih awal dan langkah mitigasi bisa segera dilakukan sebelum berdampak ke masyarakat.

Materi Iklan FINAL 2026

Evi juga meminta evaluasi rutin dilakukan terhadap pola distribusi BBM, terutama menjelang periode permintaan tinggi. Menurutnya, pencegahan lebih baik daripada menunggu munculnya antrean yang meresahkan warga.

“Yang terpenting adalah memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap terjaga, sehingga masyarakat NTB tidak perlu mengalami antrean panjang seperti di Bali,” pungkas Evi. Ia berharap komitmen semua pihak menjaga pasokan BBM di NTB dapat terus dijalankan secara konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *