Ananda Mikola Ungkap Strategi MGPA Cetak Pembalap Indonesia Kelas Dunia

Ananda Mikola Ungkap Strategi MGPA Cetak Pembalap Indonesia Kelas Dunia
Ananda Mikola Ungkap Strategi MGPA Cetak Pembalap Indonesia Kelas Dunia

LOMBOK TENGAH – Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, mendorong penguatan ekosistem balap motor nasional agar Indonesia mampu melahirkan lebih banyak pembalap berkelas dunia. Salah satu langkah yang disiapkan ialah menghadirkan akademi balap, coaching clinic, hingga transfer pengetahuan dari para juara dunia dan tim internasional.

Ananda menegaskan, keberhasilan melahirkan pembalap berprestasi tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Seluruh pemangku kepentingan dalam industri motorsport harus bekerja sama, mulai dari regulator, promotor, sponsor, hingga pengelola sirkuit.

Menurutnya, masing-masing pihak memiliki tanggung jawab berbeda dalam penyelenggaraan Mandalika Racing Series (MRS). Ikatan Motor Indonesia (IMI) bertindak sebagai regulator, Pride Motorsport sebagai promotor, Pertamina sebagai sponsor, sedangkan MGPA bertanggung jawab mengelola Sirkuit Mandalika.

“Harus dipahami dulu jobdesk-nya apa, tupoksinya apa. Di sini IMI sebagai regulator, Pride sebagai promotor, Pertamina sebagai sponsor, kami sebagai pengelola sirkuit,” kata Ananda.

Ia menilai, pembagian peran tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun kompetisi balap yang berkelanjutan. MGPA, kata dia, akan terus meningkatkan standar internasional Sirkuit Mandalika, terutama dalam aspek keselamatan atau safety.

Ananda menyebut keselamatan sebagai prioritas utama untuk menghadirkan kompetisi berkualitas. Dengan penyelenggaraan event berstandar tinggi, peluang menarik sponsor besar dan membangun industri balap yang kompetitif juga semakin terbuka.

“Safety harus nomor satu. Dengan safety yang terbaik, akhirnya event yang berkualitas itu hadir. Event berkualitas hadir, sponsor pun hadir,” ujarnya.

MRS Jadi Jalan Menuju Kompetisi Dunia

Ananda menilai Mandalika Racing Series memiliki peran strategis dalam membangun jalur pembinaan pembalap Indonesia. Kompetisi tersebut menjadi salah satu wadah bagi talenta lokal untuk mengembangkan kemampuan sebelum melangkah ke jenjang internasional.

Ia mencontohkan sejumlah pembalap Indonesia seperti Veda Ega Pratama, Ramadhipa, dan Mario Aji yang menjadi bagian dari perkembangan motorsport nasional.

Menurut Ananda, keberhasilan pembalap menembus kompetisi internasional membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat, bukan sekadar kemampuan individu di lintasan.

Karena itu, MGPA berencana mendorong program pengembangan sumber daya manusia melalui akademi balap serta menghadirkan legenda juara dunia untuk berbagi pengalaman.

Program tersebut nantinya dapat mencakup track day bersama dan coaching clinic. Selain meningkatkan kemampuan pembalap, kegiatan ini juga diharapkan memperluas wawasan teknis para mekanik Indonesia.

Minta Pabrikan Ikut Bangun Ekosistem Balap

Ananda juga menyoroti pentingnya keterlibatan lebih banyak perusahaan dalam mendukung perkembangan balap motor nasional. Menurutnya, pembinaan pembalap tidak seharusnya hanya bertumpu pada satu sponsor.

Ia berharap kehadiran tim-tim internasional dalam ajang MotoGP di Mandalika dapat membuka peluang transfer teknologi dan pengetahuan bagi pembalap serta mekanik Indonesia.

“Tim-tim dunia itu bisa mentransfer knowledge-nya kepada pembalap Indonesia dan para mekanik kita,” katanya.

Selain itu, Ananda mengajak dua pabrikan yang berkompetisi dalam Mandalika Racing Series untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan motorsport nasional.

Ia menegaskan, keterlibatan berbagai pihak akan memperkuat fondasi industri balap Indonesia sekaligus membuka jalan bagi generasi pembalap berikutnya untuk bersaing di tingkat dunia.

Bagi Ananda, membangun pembalap kelas dunia bukan pekerjaan satu musim kompetisi. Dibutuhkan kesinambungan pembinaan, fasilitas berstandar internasional, dukungan industri, serta transfer teknologi yang berjalan konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *