Jakarta, Jurnalekbis.com – PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan inovator muda di bidang energi dan teknologi melalui ajang Pertamuda Seed and Scale 2025. Dalam ajang bergengsi ini, Pertamina mengumumkan Top 3 pemenang dari tiga kategori utama, yakni Early Stage Startup, Energy Optimization, dan Energy Future.
Sebanyak 8 perguruan tinggi menjadi representasi pemenang tahun ini, dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) tampil menonjol menyumbang dua tim sekaligus di kategori Early Stage Startup dan Energy Optimization. Sementara tujuh kampus lain mengirimkan masing-masing satu wakil, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Airlangga (Unair).
Ajang ini tak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah inkubasi ide dan inovasi energi berkelanjutan. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Fauzan Adziman, menegaskan pentingnya membangun narasi kuat di balik setiap teknologi yang dikembangkan oleh anak muda.
“Membangun narasi dari sebuah brand, baik berupa produk maupun teknologi, sangat penting. Step by step, target oriented, open minded, realistic, and you — disingkat STORY — menjadi kunci membangun narasi produk yang kuat,” ujar Fauzan dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi peran Pertamina yang terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem inovasi nasional. “Kami sangat mendukung program Pertamina dan terbuka untuk kerja sama dalam pengembangan produk, teknologi, maupun penguatan sumber daya manusia,” tambahnya.
Sementara itu, VP Stakeholder Relation Management PT Pertamina (Persero), Rifky Rakhman Yusuf, menyebut bahwa tahun 2025 menjadi momen istimewa karena Pertamuda merayakan lima tahun penyelenggaraan dengan tajuk “Igniting 5 Years of Impact” dan tema “Empowering Indonesia’s Sustainable Future.”
“Ini bukan akhir perjalanan kalian, tapi awal untuk menciptakan inovasi baru. Kobarkan energi inovasi tanpa henti, dan buktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu tampil di panggung dunia,” ujar Rifky.
Ia menjelaskan, ajang Pertamuda sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah Prabowo–Gibran, khususnya dalam mendorong ketahanan energi nasional dan mempercepat transformasi menuju energi bersih. “Program ini menjadi katalisator lahirnya inovator muda energi yang membawa dampak nyata bagi bangsa,” ujarnya.
Selain penghargaan, para pemenang mendapatkan mentoring bisnis, akses ke jejaring industri, dan peluang kolaborasi dengan Pertamina Group. Mereka juga akan mengikuti Overseas Business Program untuk memperkuat kapasitas wirausaha dan kesiapan go-to-market di level global.
Berikut daftar lengkap Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025:
Kategori Early Stage Startup:
PT Global Tani Solution – Universitas Sebelas Maret
Cargovision – Institut Teknologi Bandung
Orionex Solusi Digital/Autoinsight – Universitas Gadjah Mada
Kategori Energy Future:
Terangin – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Pe-Novtra – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Hieren – Universitas Jenderal Soedirman
Kategori Energy Optimization:
VELAARIS – Universitas Indonesia
Drillytics – Institut Teknologi Bandung
Nauticalnurture – Universitas Airlangga
Pertamuda Seed and Scale 2025 menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mencetak generasi muda berdaya saing tinggi dan berwawasan hijau. Melalui dukungan terhadap inovasi energi, Pertamina mempertegas perannya sebagai motor penggerak transisi energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi energi berkelanjutan di Asia Tenggara.













