BisnisFinancial

Investor Pasar Modal NTB Tembus 192 Ribu, BEI Dorong Obligasi Daerah

×

Investor Pasar Modal NTB Tembus 192 Ribu, BEI Dorong Obligasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Investor Pasar Modal NTB Tembus 192 Ribu, BEI Dorong Obligasi Daerah

Mataram, Jurnalekbis.com – Pasar modal di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per September 2025, jumlah investor pasar modal di NTB mencapai 192.439 Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, 74.841 merupakan investor saham aktif, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi jangka panjang.

Lonjakan ini juga ditopang oleh meluasnya distribusi akses investasi di daerah. BEI NTB kini telah bekerja sama dengan 35 Galeri Investasi BEI di seluruh provinsi, terdiri dari 14 di kampus, 20 galeri edukasi, dan 1 galeri non-kampus. Selain itu, terdapat tujuh perusahaan sekuritas aktif di wilayah ini, seperti Phintraco Sekuritas, Sucor Sekuritas, Phillip Sekuritas, MNC Sekuritas, NH Korindo Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas, serta satu Sinarmas Asset Management.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menjelaskan, pihaknya terus memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program, antara lain “Guruku Investor Saham” bagi para pendidik, “Pekerja Migran Cerdas Investasi”, serta program Wakaf Saham guna mendukung Kota Mataram sebagai Kota Wakaf.

Baca Juga :  BIZAM Kerahkan 500 Personel untuk Latihan Darurat Skala Penuh 2025

Selain peningkatan jumlah investor, BEI juga mendorong pemerintah daerah untuk mulai memanfaatkan obligasi daerah dan sukuk daerah sebagai sumber pendanaan pembangunan. Instrumen ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Kebijakan Fiskal Nasional dan POJK Nomor 10 Tahun 2024.

Meski telah memiliki dasar hukum kuat, hingga 2025 belum ada satu pun pemerintah daerah di Indonesia yang menerbitkan obligasi maupun sukuk daerah. Padahal, peluangnya sangat besar untuk mendanai proyek infrastruktur, air bersih, hingga fasilitas publik tanpa bergantung penuh pada APBD dan transfer pusat.

“Penerbitan obligasi daerah dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan publik. Dengan tata kelola yang baik, instrumen ini bisa menjadi terobosan pembiayaan pembangunan,” terang  Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana , Selasa (4/11/2025).

Baca Juga :  Mobil Balap Radical SR3 XXR Hadir di Pertamina Mandalika International Circuit

BEI memastikan dukungan penuh bagi pemerintah daerah yang siap menerbitkan obligasi. Bursa menyediakan pendampingan teknis hingga keringanan biaya pencatatan untuk mempercepat proses penerbitan. BEI juga menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah, mulai dari studi kelayakan, persetujuan DPRD, hingga penunjukan lembaga penunjang seperti underwriter, konsultan hukum, dan lembaga pemeringkat.

Kinerja pasar modal nasional turut menjadi sorotan. BEI mencatat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level 8.025 poin dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.516 triliun. Capaian ini menjadi simbol kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia yang tetap solid di tengah ketidakpastian global.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebut, rekor tersebut merupakan hasil kolaborasi antara regulator, pemerintah, dan pelaku industri pasar modal. “Kestabilan ekonomi nasional, inflasi terjaga, serta partisipasi investor ritel yang terus meningkat menjadi faktor utama penguat IHSG,” ujarnya.

Baca Juga :  Pertamina Umumkan Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025, ITB Dominasi Inovator Muda Energi Nasional

Bahkan di NTB, geliat investasi juga terlihat dari dominan usia muda (18–25 tahun) yang mencapai 28.580 investor saham, menunjukkan tren literasi keuangan yang mulai mengakar sejak dini.

Dengan pertumbuhan jumlah investor, peningkatan literasi keuangan, dan stabilitas pasar modal nasional, 2025 menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan creative financing. Melalui penerbitan obligasi dan sukuk daerah, NTB dan daerah lain di Indonesia dapat membangun infrastruktur tanpa menambah beban fiskal berlebihan.

BEI menegaskan komitmennya mendampingi pemerintah daerah agar bisa memanfaatkan potensi pasar modal secara maksimal. “Sudah saatnya daerah berani berinovasi dalam pembiayaan. Obligasi daerah bukan hanya instrumen keuangan, tapi simbol kemandirian fiskal daerah,” tutup perwakilan BEI NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *