News

Banjir Bandang Terjang Kota Bima, Ratusan Warga Terdampak dan Satu Rumah Hanyut

×

Banjir Bandang Terjang Kota Bima, Ratusan Warga Terdampak dan Satu Rumah Hanyut

Sebarkan artikel ini
Banjir Bandang Terjang Kota Bima, Ratusan Warga Terdampak dan Satu Rumah Hanyut

Kota Bima, Jurnalekbis.com Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (8/11/2025) malam. Bencana yang terjadi sekitar pukul 23.17 Wita ini menyebabkan ratusan warga terdampak, satu rumah warga terbawa arus, dan sejumlah wilayah sempat tergenang air cukup tinggi sebelum akhirnya surut pada Minggu pagi (9/11/2025).

Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, banjir bandang tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, sejak pukul 20.40 Wita. Hujan dengan intensitas tinggi itu menyebabkan aliran air dari daerah hulu meluap ke wilayah hilir, terutama di Kecamatan Rasanae Barat dan Rasanae Timur.

“Air meluap dari aliran sungai dan drainase yang tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, sejumlah kelurahan di dua kecamatan terdampak,” ungkap laporan BPBD Kota Bima, Minggu (9/11/2025).

Baca Juga :  Tangisan Pilu Gibran, Bayi 1,5 Bulan Penderita Hidrosefalus Menanti Uluran Tangan Dermawan

Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Rasanae Barat dan Rasanae Timur. Di Kecamatan Rasanae Barat, banjir menggenangi Kelurahan Paruga, Pane, dan Dara. Di Kelurahan Pane tercatat sebanyak 237 kepala keluarga (KK) atau sekitar 743 jiwa terdampak langsung akibat banjir. Sementara untuk Kelurahan Paruga dan Dara, pendataan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.

Di Kecamatan Rasanae Timur, banjir menerjang Kelurahan Lampe dan Kelurahan Oimbo. Di Lampe, satu unit rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus deras, sementara tiga KK atau 14 jiwa terdampak secara langsung. Sedangkan di Kelurahan Oimbo, tercatat 59 KK atau 236 jiwa yang turut terdampak genangan banjir.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bima bersama aparat TNI-Polri dan perangkat kecamatan segera turun ke lokasi untuk membantu evakuasi warga serta melakukan pendataan awal. Koordinasi juga dilakukan dengan relawan kebencanaan di tingkat kelurahan untuk memastikan kebutuhan darurat di lapangan terpenuhi.

Baca Juga :  Empat Hari Pencarian di Gunung Sangiang Api, Warga Bima Masih Hilang

Selain itu, BPBD Provinsi NTB juga telah membantu dalam penyebaran informasi dan pemantauan wilayah berpotensi rawan bencana. Himbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan juga telah disampaikan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi selama peralihan musim.

Dalam laporan awalnya, BPBD mencatat kebutuhan mendesak yang diperlukan pascabencana antara lain alat pengeruk lumpur untuk membersihkan material sisa banjir di rumah-rumah warga dan fasilitas umum. Meski demikian, kondisi air kini telah surut sepenuhnya di seluruh titik terdampak.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di dekat bantaran sungai dan daerah rendah. Cuaca ekstrem dengan hujan intensitas tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Pertamina Beri Sanksi Tegas 12 SPBE Curang Isi Tabung Gas Elpiji Kurang!

Peristiwa banjir bandang ini menjadi pengingat penting bagi Pemerintah Kota Bima untuk terus memperkuat sistem mitigasi dan infrastruktur pengendalian banjir, agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kerugian besar di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *