News

Banjir Terjang Lombok Timur, 2.352 Warga Terdampak

×

Banjir Terjang Lombok Timur, 2.352 Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini
Banjir Terjang Lombok Timur, 2.352 Warga Terdampak

Lombok Timur, Jurnalekbis.com – Banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Lombok Timur pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 14.00 WITA setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Pringgabaya dan Suele. Data sementara yang disampaikan Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. Ahmadi, mencatat sedikitnya 2.352 jiwa terdampak serta satu jembatan putus akibat derasnya aliran air.

Peristiwa banjir ini terjadi di tiga desa pada dua kecamatan, yakni Desa Labuhan Lombok dan Desa Seruni Mumbul di Kecamatan Pringgabaya, serta Desa Perigi di Kecamatan Suele. Air yang datang secara tiba-tiba menyebabkan permukiman tergenang dan akses warga di beberapa titik terputus.

Ribuan Warga Terdampak, Satu Jembatan Rusak Berat

BPBD NTB melaporkan bahwa Desa Labuhan Lombok menjadi wilayah terdampak terparah, dengan total 430 KK atau 1.720 jiwa mengalami dampak langsung banjir. Sementara di Desa Seruni Mumbul terdapat 158 KK atau 632 jiwa yang turut terdampak.

Baca Juga :  NTB Dorong Penguatan Sektor Formal, Siapkan Tenaga Kerja Kompetitif

Di Desa Perigi, selain genangan air, banjir menyebabkan satu unit jembatan putus dan mengalami rusak berat, sehingga mengganggu mobilitas warga setempat. Aparat kecamatan dan desa saat ini masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah kerusakan serta kebutuhan warga.

BPBD NTB Turun ke Lokasi, Dirikan Dapur Umum dan Distribusi Logistik

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. Ahmadi, mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama BPBD Lombok Timur, aparatur desa, serta stakeholder terkait.

“BPBD Provinsi NTB telah melakukan peninjauan lapangan, pendistribusian logistik, serta mendirikan dapur umum di lokasi kejadian,” ungkapnya dalam laporan resmi.

Personel yang terlibat dalam penanganan banjir meliputi TRC-PB BPBD Provinsi NTB, TRC-PB Lombok Timur, aparat TNI/Polri, dan aparatur kecamatan/desa. Tim gabungan ini juga melakukan asesmen dampak bencana untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.

Baca Juga :  Harhubnas 2024: Refleksi dan Inovasi untuk Transportasi Maju di NTB

Hingga Rabu malam, air di beberapa titik mulai berangsur surut. Namun Ahmadi menyebut masih terdapat 20 rumah di Desa Labuhan Lombok yang tergenang, dan proses penyedotan air masih berlangsung.

Kebutuhan Mendesak: Mesin Sedot, Air Bersih, dan Makanan Siap Saji

Dalam laporan BPBD NTB, kebutuhan mendesak yang diperlukan warga berupa mesin sedot air, air bersih, serta makanan siap saji. Kondisi cuaca di wilayah banjir juga masih dilaporkan hujan dengan intensitas ringan, sehingga proses penanganan perlu dilakukan secara hati-hati.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat wilayah NTB telah memasuki musim hujan. Berdasarkan analisis cuaca, potensi hujan signifikan diperkirakan masih terjadi dalam 10 hari ke depan.

Baca Juga :  IWAPI NTB, Apresiasi aksi INTI Tanam 100 Pohon Kenari di Jalur Bypass BIL

“Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kebersihan aliran sungai, saluran air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat muncul secara tiba-tiba,” ujar Ahmadi.

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

BPBD menyatakan bahwa periode awal musim hujan biasanya ditandai dengan curah hujan tinggi disertai angin kencang. Karena itu, warga yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, serta lereng perbukitan diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Untuk saat ini, BPBD dan aparat terkait terus melakukan monitoring kondisi di lapangan serta menyiapkan penanganan lanjutan jika hujan intensitas tinggi kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *