News

Mahasiswa Ditemukan Tewas Tergantung di Pantai Kerandangan

×

Mahasiswa Ditemukan Tewas Tergantung di Pantai Kerandangan

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Ditemukan Tewas Tergantung di Pantai Kerandangan

Lombok Barat, Jurnalekbis.com — Seorang mahasiswa berinisial HU (21) ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon pandan laut di kawasan Pantai Kerandangan 3, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, pada Kamis (11/12/2025) sore. Korban ditemukan masih mengenakan almamater kampusnya. Polisi memastikan penyebab kematian adalah bunuh diri, diduga akibat masalah asmara dan tekanan pribadi lainnya.

Penemuan jasad korban bermula dari seorang wisatawan asal luar negeri yang sedang melakukan self-tracking di jalur menuju Pantai Kerandangan 3. Wisatawan tersebut melihat tubuh korban dalam posisi tergantung di bawah pohon. Ia lalu turun dan memberi tahu warga sekitar, yang kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat desa.

Kepala Dusun Kerandangan, Harno Minanau, mengatakan warga tidak berani menyentuh tubuh korban maupun memotong tali yang menjerat lehernya. Mereka menunggu kedatangan aparat kepolisian untuk memastikan kondisi dan identitas korban.

Baca Juga :  Sentuhan Hati Anwar: Layani Adminduk hingga Pelosok dan Rumah Sakit Jiwa

“Warga hanya melihat dari jauh karena sempat ada dugaan apakah ini benar gantung diri atau bukan. Kami menunggu pihak kepolisian untuk memastikan,” ujar Harno.

Sebelumnya, warga Pantai Kerandangan 1 sempat melaporkan adanya sepeda motor yang terparkir sejak pukul 10.00 WITA tanpa diambil pemiliknya. Motor tersebut kemudian dipastikan milik korban setelah polisi tiba dan mencocokkan identitas serta dokumen kendaraan.

Jarak antara lokasi parkir di Pantai Kerandangan 1 dan tempat kejadian mencapai sekitar 1,5 kilometer. Korban diduga berjalan sendirian menuju bukit di Pantai 3 sebelum melakukan aksi bunuh diri. Di dalam tas korban, warga menemukan buku kuliah dan alat tulis, sementara ponsel korban berada di saku celana.

Baca Juga :  Pendaki Asal Swiss Meninggal Terjatuh di Bukit Anak Dara Rinjani Lombok

Kapolsek Batulayar, Kompol I Putu Kardhianto, membenarkan bahwa korban merupakan mahasiswa semester III salah satu perguruan tinggi di Mataram. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, polisi memastikan bahwa korban mengakhiri hidupnya sendiri.

“Korban ditemukan sekitar pukul 16.30 WITA. Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, termasuk teman kampus, korban sebelumnya sudah tiga kali mencoba bunuh diri,” jelasnya.

Polisi juga mengamankan bukti percakapan di alat komunikasi korban. Dalam pesan tersebut, teman dekatnya berulang kali mengingatkan korban untuk tidak melakukan tindakan nekat. Namun komunikasi terputus sekitar pukul 11.00 siang, beberapa jam sebelum korban ditemukan meninggal.

Dari keterangan saksi, salah satu faktor pemicu adalah hubungan asmara korban yang baru saja kandas. Korban juga disebut pernah menyukai seseorang namun ditolak, serta memiliki tekanan keluarga yang memperburuk kondisi emosionalnya.

Baca Juga :  Krisis Air di Gili Meno Berdampak Signifikan pada Pariwisata

Sebelum kejadian, korban sempat mengikuti absensi di kampus pada pagi hari. Ia juga terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk bencana di Sumatera beberapa hari sebelumnya, namun hari kejadian tidak ada kegiatan kampus.

Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan medis. Polisi sempat menjadwalkan autopsi, namun keluarga menolak karena yakin korban meninggal akibat bunuh diri sesuai riwayat sebelumnya.

“Dengan rangkaian temuan, keterangan saksi, dan hasil visum, kami pastikan ini murni bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau dugaan pembunuhan,” tegas Kapolsek.

Jenazah korban telah dipulangkan ke keluarganya di wilayah Tanjung Karang, Sembalun, dan dimakamkan pada hari yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *