News

BMKG NTB: Curah Hujan Kembali Meningkat, Lombok hingga Bima Masuk Zona Waspada

×

BMKG NTB: Curah Hujan Kembali Meningkat, Lombok hingga Bima Masuk Zona Waspada

Sebarkan artikel ini
BMKG NTB: Curah Hujan Kembali Meningkat, Lombok hingga Bima Masuk Zona Waspada

Mataram, Jurnalekbis.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan seiring potensi hujan yang kembali meningkat di sejumlah wilayah NTB pada periode puncak musim hujan Januari 2026.

Forecaster BMKG Stasiun Klimatologi NTB, Made Budi Setiawan, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil monitoring dan analisis iklim terkini, curah hujan di NTB pada dasarian I Januari 2026 menunjukkan variasi cukup lebar, mulai dari kategori rendah hingga sangat tinggi.

“Curah hujan di NTB secara umum berada pada kategori rendah hingga sangat tinggi. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Donggo O’o, Kabupaten Bima, mencapai 378 mm per dasarian,” ujar Made Budi dalam keterangannya, Senin.

Baca Juga :  Terapkan Rekayasa Lalin untuk Lebaran Ketupat, Pengguna Jalan Diminta Hindari Jalur Senggigi

Ia menjelaskan, sifat hujan pada periode tersebut bervariasi dari bawah normal hingga atas normal. Sementara itu, hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan sebagian besar wilayah NTB masih mengalami hujan, dengan kategori hari tanpa hujan sangat pendek, yakni 1 hingga 5 hari. HTH terpanjang tercatat selama dua hari berturut-turut di wilayah Sanggar, Palibelo, Kilo, dan Jereweh.

Dari sisi dinamika atmosfer, BMKG mencatat indeks Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada angka -0,22 dan diprediksi kembali ke kondisi netral. Adapun anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 menunjukkan indeks -0,7, yang mengindikasikan kondisi La Nina lemah dan diperkirakan bertahan hingga awal 2026.

“Aliran massa udara saat ini mulai didominasi angin baratan. Sistem tekanan rendah juga terpantau di perairan barat Sumatera, selatan Jawa, dan utara Kalimantan, yang turut mendukung peningkatan potensi hujan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sirkuit Mandalika Hadirkan Keseruan Ramadhan dengan Arrive & Drive, Ngabuburide, dan Lampaq

BMKG memprakirakan pada dasarian II Januari 2026 (11–20 Januari), peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 mm per dasarian mencapai 70 hingga lebih dari 90 persen di seluruh Pulau Lombok, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Bima. Bahkan, peluang hujan di atas 100 mm per dasarian diperkirakan terjadi di wilayah Labuhan Badas, Tambora, Pekat, dan Sanggar.

Seiring kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi dengan level Waspada di sejumlah kecamatan di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima. Sementara level Siaga ditetapkan untuk Kecamatan Pekat di Kabupaten Dompu serta Kecamatan Tambora di Kabupaten Bima.

Meski demikian, BMKG memastikan bahwa hingga saat ini peringatan dini kekeringan meteorologis di NTB masih nihil.

Baca Juga :  NAP, Efektivitas Dan Efisiensi Melalui Kesamaan Metode Dalam Pelaksanakaan Operasi Usar

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. Warga juga diminta memperhatikan kebersihan lingkungan serta kondisi saluran air guna meminimalkan risiko genangan.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi BMKG untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun perencanaan kegiatan ke depan,” tutup Made Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *