NewsNusantara

Angin Puting Beliung Terjang Sakra Timur, 40 KK Terdampak dan 3 Warga Luka

×

Angin Puting Beliung Terjang Sakra Timur, 40 KK Terdampak dan 3 Warga Luka

Sebarkan artikel ini
Angin Puting Beliung Terjang Sakra Timur, 40 KK Terdampak dan 3 Warga Luka

Lombok Timur, Jurnalekbis.com – Bencana alam cuaca ekstrem berupa angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/1/2026) siang. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 40 kepala keluarga (KK) terdampak dan tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WITA, saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Desa Menceh, Sakra Timur.

“Telah terjadi cuaca ekstrem disertai angin kencang yang menyebabkan kerusakan dan berdampak pada masyarakat di Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur,” ujar Sadimin dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu sore.

Baca Juga :  DPR RI dan BGN Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Timur

Menurut laporan sementara, angin puting beliung datang secara tiba-tiba dan berlangsung singkat, namun cukup kuat hingga merusak sejumlah bangunan milik warga. BPBD mencatat sebanyak 40 KK terdampak, dengan tiga warga mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.

Sementara itu, kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Tim BPBD Kabupaten Lombok Timur saat ini masih melakukan assessment di lapangan untuk memastikan jumlah rumah rusak serta kebutuhan warga terdampak.

Pasca kejadian, BPBD Provinsi NTB langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur serta unsur terkait lainnya untuk mempercepat penanganan darurat. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Lombok Timur telah diterjunkan ke lokasi sejak sore hari.

“Tim melakukan penanganan awal, pendataan, serta assessment terhadap dampak bencana,” kata Sadimin.

Baca Juga :  Lapas Lobar Gandeng PLTU Jeranjang: Limbah Jadi Peluang Warga Binaan

Selain BPBD, unsur TNI dan Polri, aparatur desa, serta masyarakat setempat turut terlibat dalam proses penanganan, mulai dari pembersihan material hingga membantu warga yang terdampak langsung.

BPBD menyebutkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan tanggap darurat, termasuk logistik dan peralatan (logpal) untuk mendukung proses evakuasi dan pemulihan awal.

Hingga Minggu malam, kondisi di lokasi bencana masih dalam tahap penanganan. Aktivitas warga mulai berangsur normal, meski sebagian keluarga masih membutuhkan bantuan akibat kerusakan rumah.

Sadimin juga mengimbau masyarakat NTB untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat sebagian besar wilayah saat ini telah memasuki musim hujan, sementara wilayah lainnya berada dalam masa peralihan musim.

Baca Juga :  Alva Tawarkan Diskon dan Hadiah Menarik di IIMS Surabaya 2024, Dukung Mobilitas Ramah Lingkungan!

“Potensi hujan cukup signifikan dalam 10 hari ke depan. Masyarakat diminta memperhatikan kebersihan lingkungan dan debit air di wilayah aliran sungai,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga sore hari.

BPBD NTB terus memantau perkembangan cuaca serta siap melakukan langkah-langkah penanganan lanjutan jika terjadi bencana susulan di wilayah rawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *