Mataram, Jurnalekbis.com – Bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat dan petir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa yang terjadi pada Selasa (13/1/2026) pagi itu mengakibatkan puluhan rumah warga rusak, fasilitas umum terdampak, hingga kendaraan tertimpa pohon.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengatakan cuaca ekstrem berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WITA, dengan puncak kejadian pada pukul 10.00–11.20 WITA. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Wera, Ambalawi, dan Tambora.
“Angin kencang disertai hujan dan petir menyebabkan kerusakan rumah warga, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas masyarakat. Data ini merupakan laporan sementara hingga Rabu, 14 Januari 2026 pukul 17.00 WITA,” ujar Sadimin dalam keterangan resminya.
Di Kecamatan Wera, bencana tercatat melanda sembilan desa, yakni Tawali, Sangiang, Ntoke, Oi Tui, Wora, Nanga Wera, Nunggi, Tadewa, dan Rangga Solo. Di Desa Tawali saja, tujuh kepala keluarga terdampak, tiga di antaranya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Tujuh unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat, akibat atap terbang dan rumah tertimpa pohon besar.
Selain itu, satu unit rumah rusak berat di Desa Sangiang, satu mobil tertimpa pohon di Desa Ntoke, serta sejumlah rumah dan bangunan rusak di Desa Oi Tui, Wora, Nanga Wera, Nunggi, Tadewa, dan Rangga Solo. Total kerugian material di wilayah Wera diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara di Kecamatan Ambalawi, tepatnya Desa Mawu, pohon tumbang mengakibatkan arus lalu lintas sempat terganggu. Satu unit mobil dilaporkan rusak tertimpa pohon. Di Kecamatan Tambora, dampak cuaca ekstrem terjadi di Desa Rasabou, Kawinda Na’e, dan Labuhan Kananga. Dua rumah warga rusak di Desa Kawinda Na’e, satu di antaranya membuat penghuninya mengungsi. Selain itu, atap bangunan SDN Labuhan Kananga mengalami kerusakan.
Sadimin menambahkan, BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan unsur terkait untuk penanganan darurat. Tim BPBD Kabupaten Bima telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan assessment, sementara TNI dan Polri membantu pembersihan pohon tumbang yang menutup akses jalan.
“Polsek Tambora juga membantu mengevakuasi siswa SDN Labuhan Kananga agar bisa pulang lebih cepat demi keselamatan,” jelasnya.
Saat ini, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan mulai kondusif. Warga bersama aparat setempat melakukan pembersihan puing-puing dan material pohon tumbang. Namun demikian, BPBD NTB menegaskan masih dibutuhkan bantuan tanggap darurat dan logistik bagi warga terdampak.
BPBD NTB juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “NTB sudah memasuki musim hujan dan sebagian wilayah berada di puncaknya. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” kata Sadimin.
Selain itu, warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan memperhatikan kondisi aliran air guna meminimalkan risiko bencana lanjutan.













