BisnisEkonomi

Karya Warga Binaan Lapas Lombok Barat Curi Perhatian Gubernur NTB

×

Karya Warga Binaan Lapas Lombok Barat Curi Perhatian Gubernur NTB

Sebarkan artikel ini
Karya Warga Binaan Lapas Lombok Barat Curi Perhatian Gubernur NTB

Mataram, Jurnalekbis.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Lombok Barat berupa kerajinan cukli dan batik tulis gembok yang dipamerkan dalam Galeri Produk Warga Binaan di Kampung Pemasyarakatan (Kampung PAS), Kota Mataram, Sabtu malam (17/1/2026).

Apresiasi itu disampaikan Gubernur NTB saat meninjau langsung galeri yang menampilkan beragam produk unggulan hasil pembinaan warga binaan dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di NTB. Produk karya WBP Lapas Lombok Barat menjadi salah satu yang paling menyita perhatian karena kualitas pengerjaan, nilai seni, serta kuatnya unsur kearifan lokal.

“Produk-produk ini membuktikan bahwa pembinaan di lapas mampu melahirkan karya berkualitas. Cukli dan batik tulis gembok ini punya identitas budaya yang kuat dan layak bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Lalu Muhamad Iqbal di sela kunjungan.

Galeri Produk Warga Binaan di Kampung PAS dirancang sebagai ruang pamer sekaligus pusat promosi hasil karya warga binaan dari berbagai lapas dan rutan di NTB. Mulai dari kerajinan kayu, tekstil, hingga produk berbasis budaya lokal dipamerkan secara terbuka untuk masyarakat.

Baca Juga :  PLN NTB Gelar Aksi Peduli Lingkungan, Bersihkan Pantai dan Sungai di Lombok dan Sumbawa!

Menurut Gubernur NTB, keberadaan galeri tersebut bukan hanya menampilkan produk, tetapi juga menyampaikan pesan penting kepada publik bahwa lapas tidak semata-mata tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan dan penguatan kapasitas manusia.

“Ini adalah bukti bahwa pembinaan yang tepat bisa mengubah keterbatasan menjadi peluang. Yang terpenting, mereka diberi ruang dan kesempatan,” katanya.

Iqbal menilai, jika dikemas dan dipasarkan dengan baik, produk-produk hasil karya warga binaan berpotensi masuk ke pasar UMKM, baik tingkat daerah maupun nasional. Ia pun mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan antara pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Produk cukli—kerajinan khas Lombok berbahan kayu dengan ornamen cangkang kerang—dan batik tulis gembok menjadi dua karya unggulan dari WBP Lapas Lombok Barat yang menuai pujian. Keduanya dinilai memiliki kekuatan pada detail pengerjaan dan filosofi budaya lokal.

Baca Juga :  Pemrov NTB Tegaskan Pembayaran Terus Berproses

Gubernur NTB menyebut, batik tulis gembok memiliki keunikan motif yang mencerminkan nilai keteguhan dan harapan, sejalan dengan proses pembinaan warga binaan yang sedang menjalani masa perubahan.

“Ini bukan sekadar produk, tapi cerita tentang proses, ketekunan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menjelaskan bahwa pembuatan cukli dan batik tulis gembok merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan secara berkelanjutan. Program ini menitikberatkan pada penguatan keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan warga binaan.

“Melalui pembinaan ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan nyata yang bernilai ekonomi. Harapannya, saat kembali ke masyarakat, mereka siap mandiri dan memiliki kepercayaan diri,” kata Fadli.

Ia menyebut, pembinaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pelatihan dasar, pendampingan teknis, hingga peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Fadli menambahkan, apresiasi dari Gubernur NTB menjadi motivasi besar bagi jajaran pemasyarakatan dan warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas produk. Selain itu, pihaknya berharap dukungan pemerintah daerah dapat membuka akses jejaring pemasaran yang lebih luas.

Baca Juga :  Kenaikan Inflasi, Pemprov NTB Optimis Lampau Target 2,5-6 Persen

“Kami ingin hasil karya warga binaan tidak berhenti di galeri, tetapi benar-benar terserap pasar. Dengan begitu, pembinaan ini memberi dampak ekonomi nyata,” ujarnya.

Kegiatan pameran di Kampung PAS ini sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong pemberdayaan warga binaan dan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis produk lokal.

Kampung PAS diharapkan menjadi simbol perubahan paradigma pemasyarakatan, dari pendekatan hukuman semata menjadi pembinaan yang produktif dan berorientasi masa depan.

Melalui galeri ini, publik diajak melihat sisi lain pemasyarakatan: ruang lahirnya karya, keterampilan, dan harapan baru bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.

Dengan dukungan lintas sektor, Pemerintah Provinsi NTB berharap produk-produk warga binaan dapat menjadi bagian dari ekosistem UMKM daerah, sekaligus memperkuat citra bahwa pembinaan yang inklusif mampu menciptakan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *