NewsNusantara

Aksi Polisi Laut NTB di Sumbawa Barat: Selamatkan Penyu Terjerat Tali

×

Aksi Polisi Laut NTB di Sumbawa Barat: Selamatkan Penyu Terjerat Tali

Sebarkan artikel ini
Aksi Polisi Laut NTB di Sumbawa Barat: Selamatkan Penyu Terjerat Tali

Sumbawa Barat, Jurnalekbis.com– Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut ditunjukkan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat. Saat menggelar kegiatan bersih pantai bersama warga, personel Kapal Polisi (KP) XXI-2013 menemukan seekor penyu terdampar dalam kondisi terjerat tali di pesisir Pantai Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Penyu tersebut berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan kembali ke laut setelah anggota polisi laut melepaskan jeratan yang melilit tubuh satwa dilindungi itu. Peristiwa tersebut terjadi saat personel Ditpolairud melakukan kegiatan rutin bersih pantai sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan pesisir dan ekosistem laut.

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, mengatakan kegiatan bersih pantai tidak hanya bertujuan membersihkan sampah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut dari ancaman pencemaran.

Baca Juga :  Bencana Cuaca Ekstrem, 9 Kecamatan di Lombok Tengah Rusak!

“Anggota KP XXI-2013 melaksanakan kegiatan bersih pantai bersama masyarakat sekitar Pantai Pasir Putih. Dalam kegiatan itu, ditemukan seekor penyu yang terdampar dan terjerat tali,” kata Boyke, Senin.

Melihat kondisi penyu yang kesulitan bergerak, personel KP XXI-2013 bersama Komandan Kapal Aipda I Nengah Sukardiyasa langsung melakukan evakuasi. Tali yang melilit tubuh penyu dilepaskan secara hati-hati untuk mencegah luka lebih parah.

“Setelah jeratan berhasil dilepaskan dan kondisi penyu dinyatakan aman, satwa tersebut kemudian dilepas kembali ke habitat alaminya,” ujar Boyke.

Ia menjelaskan, penyu merupakan salah satu biota laut yang dilindungi undang-undang karena populasinya yang terus menurun akibat aktivitas manusia, terutama sampah plastik, jaring, dan tali yang dibuang ke laut.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Harga Di Pasar, Bulog NTB Luncurkan Program Stabilisasi Beras

Menurut Boyke, temuan penyu terjerat tali menjadi pengingat bahwa pencemaran laut masih menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir. Sampah laut tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga membahayakan kehidupan satwa laut.

“Kegiatan ini menjadi pembelajaran bersama bahwa sampah yang dibuang sembarangan bisa berakibat fatal bagi biota laut. Penyu ini beruntung bisa segera ditolong,” katanya.

Ditpolairud Polda NTB berharap keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bersih pantai dapat terus ditingkatkan. Partisipasi warga dinilai penting untuk menjaga kebersihan pesisir sekaligus mencegah kerusakan lingkungan laut dalam jangka panjang.

Selain menjaga keamanan perairan, Boyke menegaskan bahwa Ditpolairud memiliki tanggung jawab moral untuk turut melindungi ekosistem laut. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli, edukasi, hingga aksi nyata di lapangan.

Baca Juga :  Teater Lho Indonesia Tampil di FTI 2025, Usung Lakon “Borka” tentang Trauma, Kuasa, dan Keserakahan

“Kami ingin masyarakat ikut berperan aktif menjaga pantai dan laut. Lingkungan yang bersih akan berdampak langsung pada keberlanjutan sumber daya laut dan kehidupan generasi mendatang,” tutupnya.

Kegiatan bersih pantai dan penyelamatan penyu ini menjadi bagian dari komitmen Ditpolairud Polda NTB dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta memperkuat sinergi dengan masyarakat pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *