NasionalNews

Operasi Keselamatan Rinjani 2026 Digelar, Polda NTB Turunkan 902 Personel

×

Operasi Keselamatan Rinjani 2026 Digelar, Polda NTB Turunkan 902 Personel

Sebarkan artikel ini
Operasi Keselamatan Rinjani 2026 Digelar, Polda NTB Turunkan 902 Personel

Mataram, Jurnalekbis.com — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) resmi menggelar Operasi Keselamatan Rinjani 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini digelar untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tergolong tinggi di wilayah NTB.

Apel gelar pasukan dilaksanakan di Lapangan Bharadaksa Polda NTB, Senin (2/2/2026), dipimpin Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., yang membacakan amanat Kapolda NTB. Sebanyak 902 personel gabungan dari Polda NTB dan Polres jajaran diterjunkan dalam operasi tersebut.

Dalam amanatnya, Kapolda NTB menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Operasi Keselamatan Rinjani tahun ini menitikberatkan pada langkah preemtif dan preventif, yang dibarengi dengan penegakan hukum secara selektif dan humanis.

Baca Juga :  HDI: LIDI Foundation Dorong Kesetaraan Disabilitas di Lombok

“Operasi ini menyasar pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan fatalitas,” ujar Brigjen Pol. Hari Nugroho saat membacakan amanat Kapolda.

Berdasarkan data kepolisian, angka kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025 masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Faktor kelalaian pengendara, rendahnya kepatuhan terhadap aturan, serta perilaku berkendara berisiko masih menjadi penyumbang utama terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Oleh karena itu, melalui Operasi Keselamatan Rinjani 2026, Polda NTB berharap dapat meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menciptakan kondisi jalan yang lebih aman dan tertib.

Adapun sasaran prioritas operasi meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm standar, kendaraan yang melebihi kapasitas atau over dimension over loading (ODOL), pengemudi di bawah umur, melawan arus lalu lintas, menggunakan ponsel saat berkendara, berboncengan lebih dari satu orang, berkendara di bawah pengaruh alkohol, serta pengendara yang melampaui batas kecepatan.

Baca Juga :  Mendorong Migrasi Aman: Upaya NTB Lindungi Pekerja Migran

Selain itu, petugas juga akan melakukan edukasi dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, baik melalui patroli dialogis, pemasangan spanduk imbauan, hingga kegiatan penyuluhan di sekolah dan komunitas pengguna jalan.

Wakapolda NTB menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dinilai sebagai kunci utama untuk menekan angka kecelakaan.

“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Dengan tertib berlalu lintas, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga keselamatan pengguna jalan lainnya,” katanya.

Polda NTB mengimbau masyarakat untuk menjadikan Operasi Keselamatan Rinjani 2026 sebagai momentum memperbaiki budaya berlalu lintas. Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan, serta tercipta lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *