Jakarta, Jurnalekbis.com– Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menepis kabar yang menyebut Presiden Prabowo Subianto menggunakan dua pesawat kenegaraan setiap kali melakukan kunjungan ke luar negeri. Teddy menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Tidak benar bahwa Bapak Presiden menggunakan dua pesawat kenegaraan kalau ke luar negeri,” kata Teddy saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Selasa (3/2).
Menurut Teddy, sejak sebelum menjabat sebagai Presiden, Prabowo kerap menggunakan pesawat milik perusahaan pribadinya untuk perjalanan ke luar negeri. Pola tersebut masih dilakukan pada awal masa jabatan Presiden, dengan tambahan satu pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) Boeing 737 untuk mengangkut perangkat pendukung kepresidenan.
“Pesawat TNI AU itu bukan pesawat kepresidenan. Itu digunakan karena sesuai undang-undang dan aturan, harus ada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), tim protokol, tim dokter, perwakilan Kementerian Luar Negeri, serta wartawan,” ujar Teddy.
Namun, Teddy mengungkapkan bahwa dalam sekitar satu tahun terakhir, Presiden Prabowo tidak lagi menggunakan skema dua pesawat untuk perjalanan luar negeri jarak jauh. Saat ini, Presiden menggunakan satu pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia jenis Boeing 777.
“Faktanya, sudah sekitar satu tahun ini Presiden ke luar negeri jarak jauh selalu menggunakan satu pesawat, yaitu Garuda Indonesia Boeing 777,” tegasnya.
Ia menambahkan, pesawat Boeing 777 yang digunakan Presiden memiliki konfigurasi standar dan tidak mengalami perubahan khusus untuk kepresidenan. Tidak ada pengaturan VIP khusus ataupun modifikasi tertentu di dalam pesawat tersebut.

“Konfigurasinya masih seperti apa adanya. Tidak ada pesawat khusus kepresidenan, tidak ada VVIP,” jelas Teddy.
Teddy juga menjelaskan alasan pemilihan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777. Menurutnya, hal itu sekaligus menjadi simbol bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan maskapai nasional yang kuat dan mampu melayani penerbangan jarak jauh tingkat global.
“Pak Presiden ingin menunjukkan bahwa Indonesia negara besar, negara kuat, dan kita punya maskapai nasional yang besar,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Teddy mengungkapkan bahwa jumlah rombongan kepresidenan juga telah diperkecil dibandingkan periode sebelumnya. Ia menyebut hanya pihak-pihak yang benar-benar diperlukan yang ikut dalam kunjungan Presiden.
“Kalau teman-teman wartawan sudah lama, pasti tahu. Dulu rombongan itu besar, sekarang kita perkecil. Yang perlu ikut, ikut,” ujarnya.
Untuk perjalanan dalam negeri, Teddy menyebut pesawat TNI AU tetap digunakan untuk mengangkut perangkat kepresidenan dan wartawan.
Terkait isu keberadaan pesawat cadangan, Teddy membenarkan bahwa pesawat cadangan tetap disiapkan sebagai bagian dari prosedur pengamanan kepala negara.
“Dimanapun kepala negara berada, pasti ada cadangan. Jangan pesawat, mobil saja harus dua. Harus ada backup,” kata Teddy.
Meski aturan memungkinkan penggunaan dua pesawat untuk kunjungan luar negeri, Teddy menegaskan skema tersebut saat ini tidak dijalankan oleh Presiden Prabowo.
“Kalau sesuai aturan, boleh menggunakan dua pesawat. Tapi itu tidak dilakukan, atau setidaknya belum dilakukan,” pungkasnya.













