BisnisEkonomi

Jelang Ramadan 2026, Bulog NTB Kantongi 154 Ribu Ton Beras: Harga Dijaga Tetap Stabil

×

Jelang Ramadan 2026, Bulog NTB Kantongi 154 Ribu Ton Beras: Harga Dijaga Tetap Stabil

Sebarkan artikel ini
Jelang Ramadan 2026, Bulog NTB Kantongi 154 Ribu Ton Beras: Harga Dijaga Tetap Stabil

Lombok Barat, Jurnalekbis.com— Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta tidak khawatir soal ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan 2026. Perum Bulog Kantor Wilayah NTB memastikan cadangan beras di daerah ini dalam kondisi sangat aman, bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan.

Pemimpin Wilayah Bulog NTB Mara Kamin Siregar menyebutkan, saat ini stok beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai sekitar 154.000 ton. Angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan potensi lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Stok beras kita alhamdulillah cukup aman. Kurang lebih ada 154 ribu ton dan itu bisa mencukupi kebutuhan hingga satu tahun ke depan,” ujar Regar saat ditemui di sela kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional di Lapangan Banteng, Desa Lingsar, Lombok Barat, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga :  PLN Siaga Penuh Hadapi Tahun Baru 2026, Pasokan Listrik NTB Dipastikan Aman

Menghadapi Ramadan dan Idulfitri, Bulog menegaskan siap menggelontorkan stok secara fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat. Setiap harinya, Bulog mampu menyalurkan antara 100 hingga 150 ton beras, tergantung permintaan di lapangan.

“Tidak ada target kaku. Kalau dibutuhkan, kita keluarkan. Untuk satu titik GPM minimal kita siapkan 5 ton. Kalau kurang, langsung kita tambah,” kata Regar.

Selain beras medium program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog juga menyiapkan beras premium serta gula pasir. Seluruh komoditas tersebut disalurkan melalui GPM dan jaringan distribusi resmi guna memastikan harga tetap terkendali di tingkat konsumen.

Terkait sempat munculnya keluhan keterlambatan distribusi minyak goreng, Regar menjelaskan kendala itu disebabkan pengiriman dari Surabaya. Namun, ia memastikan kondisi tersebut kini mulai normal.

Baca Juga :  OJK Luncurkan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027

“Insyaallah minggu ini distribusi sudah kembali lancar. Kalau sebelumnya pencatatan di sistem sempat zona merah, sekarang sudah hijau,” ujarnya.

Kepastian stok ini disambut positif warga. Sumarni, salah satu warga Lingsar, mengaku terbantu dengan adanya GPM karena bisa membeli minyak goreng dua liter seharga Rp31 ribu, jauh lebih murah dibanding harga pasar yang sempat menyentuh Rp43 ribu.

“Lumayan sekali selisihnya. Kalau begini kan ibu-ibu jadi lebih tenang mau puasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Eva Dewiyani menegaskan, GPM merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Program ini melibatkan Bulog, Bank Indonesia, serta petani lokal, dan akan digelar di 26 titik sepanjang 2026.

Baca Juga :  Promosi Wisata Lombok: Jaga Rute Baru Super Air Jet Tetap Hidup

“Ini bentuk intervensi pemerintah agar harga pangan tetap stabil, terutama menjelang Ramadan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB optimistis, dengan stok beras yang kuat dan distribusi yang terus dipercepat, masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa dibayangi lonjakan harga kebutuhan pokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *