NewsNusantara

Balita Hanyut di Selong Ditemukan Tewas di Pulau Moyo, Operasi SAR Ditutup

×

Balita Hanyut di Selong Ditemukan Tewas di Pulau Moyo, Operasi SAR Ditutup

Sebarkan artikel ini
Balita Hanyut di Selong Ditemukan Tewas di Pulau Moyo, Operasi SAR Ditutup

Mataram, Jurnalekbis.com – Operasi pencarian terhadap M. Azril Filah Busairi (4), balita asal Karang Sukun, Kelurahan Selong, Lombok Timur, resmi ditutup pada Sabtu (28/02). Jasad korban ditemukan di pesisir Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, setelah terbawa arus sejauh sekitar 60 nautical mile (NM) dari muara Sungai Selong.

Korban sebelumnya dilaporkan hanyut pada Selasa (24/02) sore, setelah terseret arus drainase di depan SDN 1 Selong. Pencarian dilakukan secara intensif selama lima hari oleh tim SAR gabungan bersama unsur kepolisian, TNI, BPBD, dan relawan.

Titik terang keberadaan Azril muncul pada Jumat (27/02) sekitar pukul 14.00 WITA. Warga Pulau Moyo menemukan jasad seorang anak tersangkut di akar bakau di pesisir pantai. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna biru, sesuai dengan ciri-ciri yang sebelumnya disampaikan pihak keluarga.

Baca Juga :  Kloter Pertama Haji NTB Dilepas, Tertua 90 Tahun, Termuda 21 Tahun

Informasi itu segera diteruskan ke aparat setempat dan dikoordinasikan dengan tim SAR. Setelah dilakukan verifikasi oleh keluarga, dipastikan jasad tersebut adalah Azril yang hanyut dari Selong beberapa hari sebelumnya.

Pada Sabtu pagi, tim SAR gabungan bersama Tim Inafis Polres Sumbawa mendampingi keluarga menuju lokasi penemuan untuk proses identifikasi lanjutan. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Sumbawa guna pemeriksaan medis dan pencocokan data sebelum diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga sekitar pukul 12.00 WITA.

Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, membenarkan bahwa korban yang ditemukan di Pulau Moyo adalah balita yang dilaporkan hanyut di Selong.

“Kami mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong. Jarak penemuan memang cukup jauh, sekitar 60 NM dari muara sungai. Dengan ditemukannya korban dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, maka Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup,” ujar Darwis.

Baca Juga :  Dampak Air Sumur Tercemar Minyak, SPBU Montong Are Ditutup Sementara Waktu

Ia menjelaskan, selama proses pencarian, tim memperluas area penyisiran dari aliran sungai hingga ke perairan laut terbuka dengan mempertimbangkan arah arus dan kondisi cuaca. Jarak 60 NM atau sekitar 111 kilometer dari titik awal hanyut menunjukkan kuatnya arus yang membawa korban hingga ke wilayah perairan Sumbawa.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Kayangan, Pos SAR Sumbawa, Polres Sumbawa, Polres Selong, Unit SAR Lombok Timur, Damkarmat Lombok Timur, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Selong, Kompi 3 Yon B Brimob Polda NTB, BPBD, hingga warga Desa Sebotok, Pulau Moyo.

Darwis menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi. Menurutnya, sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan kejadian tersebut.

Baca Juga :  Polwan dan PNS Wanita Polda NTB Asah Kemampuan Personal Branding Demi Kesetaraan Gender

Peristiwa ini menambah daftar kasus anak hanyut saat musim hujan di wilayah NTB, ketika debit air drainase dan sungai meningkat signifikan. Aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar saluran air atau sungai yang arusnya deras.

Dengan penutupan operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Sementara itu, keluarga korban membawa jenazah Azril untuk dimakamkan di kampung halamannya di Selong, Lombok Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *