Mataram, Jurnalekbis.com – Upaya menekan maraknya penipuan digital terus dilakukan operator seluler. Indosat Ooredoo Hutchison menghadirkan fitur peringatan dini melalui layanan SATSPAM Plus yang mampu mendeteksi dan memberi tanda pada nomor terindikasi penipuan maupun spam, termasuk panggilan lewat aplikasi seperti WhatsApp.
Fitur tersebut bekerja dengan menampilkan notifikasi khusus saat ada panggilan masuk dari nomor yang dicurigai sebagai bagian dari modus kejahatan. Penanda berupa warna merah atau peringatan risiko akan muncul di layar ponsel pelanggan sebelum panggilan diangkat.
SVP Head of Marketing Circle Java Indosat, Adiyanto Adhi Kusumo, mengatakan sistem ini dirancang sebagai lapisan perlindungan awal agar pelanggan lebih waspada terhadap potensi penipuan yang kian beragam.
“Kalau sudah muncul notifikasi nomor terindikasi modus, sebaiknya tidak diangkat. Karena kekhawatirannya, jika diangkat dan percakapan berlanjut, pelanggan bisa terpengaruh,” ujar Adiyanto, Senin (2/3/2026) di Mataram.

Menurut dia, pola penipuan digital saat ini semakin persuasif. Pelaku kerap menyamar sebagai perwakilan instansi resmi, seperti petugas pajak atau lembaga keuangan, lalu meminta korban melakukan aktivasi layanan tertentu atau menyerahkan data sensitif.
Modus lainnya, kata dia, berupa iming-iming hadiah, promo terbatas, hingga ancaman pemblokiran akun. Dalam situasi terdesak atau tergiur keuntungan, korban sering kali tanpa sadar memberikan informasi penting yang seharusnya dirahasiakan.
Adiyanto menegaskan, masyarakat tidak boleh pernah membagikan kode OTP, token transaksi, maupun kata sandi kepada siapa pun melalui telepon atau SMS.

“Setiap ada permintaan memasukkan atau menyebutkan token dan password lewat telepon, itu patut dicurigai. Token atau password itu sifatnya rahasia dan tidak boleh diberikan kepada pihak lain,” tegasnya.
Ia menjelaskan, SATSPAM Plus berfungsi sebagai sistem peringatan dini (warning system). Artinya, operator hanya memberikan sinyal potensi risiko berdasarkan analisis sistem terhadap pola nomor yang terindikasi spam atau penipuan. Keputusan untuk mengangkat atau menolak panggilan tetap berada di tangan pelanggan.
“Kami menyampaikan warning saja. Keputusan tetap ada di pelanggan. Harapannya, dengan adanya sistem ini, masyarakat bisa lebih berhati-hati terhadap potensi penipuan,” katanya.
Terkait isu perlindungan data pribadi, Adiyanto memastikan layanan tersebut tidak mengakses atau menyalahgunakan informasi pelanggan. Ia menyebut perusahaan tunduk pada regulasi perlindungan data yang berlaku di Indonesia.
“Kami sangat memperhatikan perlindungan data pribadi. Ada aturan dan undang-undang yang mengatur itu. Jadi kami tidak mengelola atau menggunakan data pribadi pelanggan di luar ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Langkah ini hadir di tengah meningkatnya kasus penipuan digital dalam beberapa tahun terakhir, seiring melonjaknya penggunaan layanan komunikasi berbasis internet. Panggilan melalui aplikasi pesan instan hingga SMS phishing menjadi kanal yang kerap dimanfaatkan pelaku.
Dengan fitur peringatan tersebut, Indosat berharap pelanggan memiliki waktu beberapa detik untuk berpikir ulang sebelum menjawab panggilan mencurigakan. Edukasi, menurut Adiyanto, tetap menjadi kunci utama.
“Teknologi bisa membantu memberi tanda bahaya. Tapi kewaspadaan pengguna tetap yang paling menentukan,” katanya.
Kehadiran SATSPAM Plus diharapkan menjadi tambahan proteksi bagi pelanggan sekaligus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat agar tidak mudah menjadi korban kejahatan siber yang terus berevolusi.














