BisnisKesehatan

BBPOM Mataram Temukan Kerupuk dan Mie Basah Mengandung Boraks di Lombok Saat Ramadhan

×

BBPOM Mataram Temukan Kerupuk dan Mie Basah Mengandung Boraks di Lombok Saat Ramadhan

Sebarkan artikel ini
BBPOM Mataram Temukan Kerupuk dan Mie Basah Mengandung Boraks di Lombok Saat Ramadhan

Mataram, Jurnalekbis.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menemukan enam sampel pangan positif mengandung boraks dari total 97 sampel yang diuji dalam kegiatan intensifikasi pengawasan pangan selama bulan Ramadhan 2026.

Temuan tersebut berasal dari pengawasan yang dilakukan pada 4–5 Maret 2026 di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur. Produk yang terdeteksi mengandung boraks terdiri dari empat sampel kerupuk terigu dan dua sampel mie basah.

Pengawasan ini merupakan bagian dari kegiatan terpadu untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat selama bulan Ramadhan, saat aktivitas jual beli makanan meningkat signifikan.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan pangan yang dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Dengan pengawasan yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” kata Taruna Ikrar dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga :  Peringati Hari Batik di Istana Negara, Miq Gite Pj Gubernur NTB ajak pakai Batik GEMBOK

Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan berbagai instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, serta relawan SAKA POM.

Tim pengawas melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas perdagangan pangan masyarakat. Di Lombok Barat, pengawasan dilakukan di Pasar Kediri yang berada di Kecamatan Kediri serta di sentra penjualan takjil di kawasan Giri Menang Square, Gerung.

Sementara itu di Lombok Timur, pengawasan dilakukan di Pasar Pancor, Kecamatan Pancor serta di sentra penjualan takjil yang berada di kawasan Selong.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengambilan sampel pangan yang kemudian diuji langsung di lapangan menggunakan metode uji cepat atau test kit. Pengujian ini bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam produk pangan, seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari 97 sampel yang diperiksa, enam sampel dinyatakan positif mengandung boraks. Produk tersebut ditemukan di Pasar Kediri, Lombok Barat dan Pasar Pancor, Lombok Timur.

Baca Juga :  MGPA Pastikan Kesiapan Sirkuit Mandalika Gelar MotoGP 2023

Boraks merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan dalam pangan karena berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Meski demikian, hasil pengujian terhadap sampel yang diambil dari sentra penjualan takjil di Giri Menang Square Gerung dan Selong menunjukkan hasil yang lebih menggembirakan. Seluruh sampel yang diuji dari lokasi tersebut dinyatakan memenuhi syarat keamanan pangan dan tidak mengandung bahan berbahaya.

BBPOM Mataram langsung melakukan tindak lanjut terhadap temuan produk yang mengandung boraks tersebut. Petugas memberikan pembinaan kepada pedagang serta melakukan penelusuran terhadap sumber produk guna mencegah peredaran pangan yang tidak memenuhi ketentuan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen sekaligus untuk memastikan pelaku usaha mematuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Terima Silaturahmi Nahkoda Baru PT Jasa Raharja Cabang NTB, Pj Gubernur Tekankan Kontribusi PAD

BBPOM menegaskan bahwa kegiatan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadhan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Pengawasan ini penting mengingat tingginya konsumsi makanan siap saji dan produk pangan olahan selama bulan puasa.

Selain melakukan pengawasan, BBPOM juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi, terutama saat membeli produk di pasar atau sentra takjil.

Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kepada BBPOM atau instansi terkait jika menemukan dugaan pangan yang mengandung bahan berbahaya.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait, diharapkan pangan yang beredar selama Ramadhan dapat dipastikan aman, bermutu, dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *