BisnisKesehatan

UKM Minyak Ikan Hiu Lombok Timur Dibina BBPOM, Targetkan Standar Nasional

×

UKM Minyak Ikan Hiu Lombok Timur Dibina BBPOM, Targetkan Standar Nasional

Sebarkan artikel ini
UKM Minyak Ikan Hiu Lombok Timur Dibina BBPOM, Targetkan Standar Nasional

Mataram, Jurnalekbis.com – Penguatan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor obat bahan alam terus menjadi perhatian pemerintah. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram melakukan pembinaan langsung terhadap pelaku usaha minyak ikan hiu di kawasan Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, sebagai bagian dari upaya memastikan produk UKM memenuhi standar keamanan dan mutu.

Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, turun langsung meninjau sarana produksi minyak ikan hiu yang selama ini dikenal sebagai salah satu potensi unggulan daerah pesisir Lombok Timur. Kunjungan kerja yang berlangsung pada Senin (10/3/2026) tersebut tidak hanya menjadi agenda monitoring, tetapi juga forum dialog antara regulator dan pelaku usaha.

Yogi mengatakan, pembinaan yang terstruktur menjadi kunci agar UKM mampu berkembang sekaligus memenuhi standar regulasi yang berlaku. Menurutnya, proses pendampingan perlu dilakukan sejak awal melalui pelatihan, asistensi, hingga edukasi terkait praktik produksi yang baik.

Baca Juga :  NTB Travel Mart 1.0 Sukses, Target Transaksi Rp30 Miliar Bidik Pariwisata Mendunia

“Pembinaan harus dilakukan secara terstruktur melalui pelatihan, asistensi, dan edukasi. Ini menjadi prasyarat agar pelaku usaha mampu naik kelas dan memenuhi standar regulasi sehingga proses berjalan sesuai aturan dan meminimalkan potensi ketidaksesuaian di tahap akhir,” ujar Yogi saat ditemui di lokasi produksi.

Ia menegaskan, komitmen penguatan UKM tersebut juga sejalan dengan arahan Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar, yang mendorong dukungan lebih luas bagi pelaku usaha kecil agar mampu bersaing di pasar yang lebih besar tanpa mengabaikan standar keamanan produk.

Dalam kunjungan tersebut, tim BBPOM meninjau secara langsung tahapan produksi minyak ikan hiu, mulai dari proses pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk. Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama antara lain penerapan cara produksi yang baik, kebersihan fasilitas produksi, serta pengendalian mutu produk.

Yogi menjelaskan bahwa produk obat bahan alam memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama di daerah pesisir seperti Lombok Timur yang memiliki sumber daya laut melimpah. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan standar produksi yang memenuhi ketentuan agar produk dapat dipasarkan secara lebih luas.

“Kalau standar produksi terpenuhi, peluang pasar akan semakin terbuka. Tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga bisa berkembang ke pasar nasional bahkan ekspor,” katanya.

Baca Juga :  Cemas Lihat Saldo? Waspadai Money Anxiety yang Bisa Hancurkan Hidupmu

Tanjung Luar sendiri dikenal sebagai salah satu sentra aktivitas perikanan di Lombok Timur. Selain hasil tangkapan ikan, kawasan ini juga memiliki sejumlah usaha pengolahan berbasis hasil laut, termasuk produksi minyak ikan hiu yang dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan suplemen kesehatan.

Dalam dialog yang berlangsung di lokasi produksi, para pelaku UKM menyampaikan sejumlah tantangan yang mereka hadapi, mulai dari keterbatasan fasilitas produksi hingga pemahaman mengenai standar regulasi yang harus dipenuhi sebelum produk dapat memperoleh izin edar.

Pendampingan dari BBPOM dinilai penting untuk membantu pelaku usaha memahami tahapan yang harus dilalui, termasuk penerapan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) atau praktik produksi yang memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.

Baca Juga :   Manfaatkan Sampah, Warga Olah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Tenun

Suasana diskusi berlangsung hangat. Para pelaku UKM terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait proses sertifikasi, pengawasan mutu, hingga peluang pengembangan pasar produk obat bahan alam.

BBPOM di Mataram berharap pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kapasitas pelaku usaha sehingga mereka semakin siap mengembangkan usahanya secara profesional.

“Dengan pembinaan yang konsisten, UKM dapat berkembang lebih kuat dan produknya mampu bersaing. Ini penting agar produk lokal tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga menjadi kebanggaan di tingkat nasional,” ujar Yogi.

Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, BBPOM optimistis industri obat bahan alam berbasis UKM dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan. Dukungan pembinaan diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha sekaligus memastikan setiap produk yang beredar aman, bermutu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *