Mataram, Jurnalekbis.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memastikan pasokan listrik selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman. Hal ini ditegaskan melalui apel kesiapsiagaan yang dipimpin langsung General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, sekaligus pengecekan peralatan dan personel siaga di wilayah tersebut.
Kesiapan ini menjadi langkah antisipatif PLN menghadapi potensi lonjakan konsumsi listrik selama bulan Ramadan hingga puncak perayaan Idulfitri, yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas masyarakat, termasuk ibadah dan mobilitas mudik.
Berdasarkan proyeksi sistem kelistrikan, wilayah Lombok memiliki daya mampu pasok sebesar 407 megawatt (MW), dengan perkiraan beban puncak mencapai 363 MW. Artinya, terdapat cadangan daya sekitar 44 MW yang dinilai cukup untuk menjaga keandalan sistem. Sementara itu, untuk sistem Tambora, daya mampu pasok tercatat sebesar 183 MW dengan estimasi beban puncak 144 MW, sehingga tersedia cadangan sebesar 39 MW.
“Melalui kesiapan personel, peralatan, serta posko siaga yang tersebar di berbagai titik, kami memastikan sistem kelistrikan tetap andal sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” ujar Sri Heny Purwanti.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, PLN NTB mengerahkan total 1.989 personel. Rinciannya, sebanyak 877 personel internal PLN dan 1.112 personel Tenaga Alih Daya (TAD) serta mitra kerja. Ribuan petugas ini disiagakan untuk mengantisipasi dan menangani potensi gangguan listrik secara cepat.
Tak hanya itu, PLN juga menyiapkan 132 unit peralatan pendukung dan 326 kendaraan operasional guna menunjang mobilitas tim di lapangan. Material cadangan untuk penanganan gangguan juga dipastikan dalam kondisi cukup, sehingga proses pemulihan dapat dilakukan secara cepat jika terjadi kendala.

Dari sisi infrastruktur pengamanan, PLN NTB mengoperasikan puluhan posko siaga yang tersebar di berbagai sektor. Terdiri dari 8 posko siaga pembangkit, 5 posko transmisi, 1 posko pengatur beban, dan 21 posko distribusi. Selain itu, turut disiapkan masing-masing 1 posko siaga dari PLN Nusa Daya dan Icon+ untuk mendukung sistem jaringan dan layanan teknis.
Kesiapan juga difokuskan pada titik-titik vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. PLN mencatat sedikitnya 61 lokasi prioritas yang menjadi perhatian khusus, meliputi 23 masjid dan lokasi pelaksanaan salat Idulfitri, 21 kantor pemerintahan, 10 rumah sakit, serta 7 hotel.
Di sektor transportasi, PLN menyiagakan 8 posko kelistrikan di lokasi strategis, yakni 5 pelabuhan dan 3 bandara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pasokan listrik di titik-titik utama arus mudik dan balik Lebaran.
Selain itu, PLN NTB juga mendukung penggunaan kendaraan listrik dengan menyediakan 46 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 38 lokasi. Keberadaan SPKLU ini diharapkan mampu menunjang mobilitas pemudik yang menggunakan kendaraan listrik selama periode libur panjang.
Sri Heny menegaskan, seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan listrik sebagai kebutuhan vital masyarakat, terutama pada momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri.
Dengan cadangan daya yang memadai serta dukungan personel dan infrastruktur yang disiagakan, PLN optimistis kebutuhan listrik masyarakat NTB selama periode siaga dapat terpenuhi tanpa gangguan berarti.
Langsung ke konten













