
Mataram, Jurnalekbis.com – Sebuah depo salah satu merek oli ternama di kawasan pertokoan Lingkungan Pelembak, Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, ludes terbakar pada Senin siang. Kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik dan dengan cepat membesar karena banyaknya barang mudah terbakar di dalam toko.
Api pertama kali muncul dari lantai bawah bangunan. Dalam hitungan menit, kobaran api merembet ke seluruh ruangan hingga menghanguskan barang-barang di lantai satu dan lantai dua.
Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Mataram diterjunkan ke lokasi. Petugas juga mendapat bantuan empat unit kendaraan water canon milik Polda NTB dan Brimob Polda NTB untuk menjinakkan api.
Kepanikan terjadi saat kebakaran berlangsung. Empat orang karyawan yang berada di dalam gedung terjebak di lantai dua dan terpaksa menyelamatkan diri dengan melompat.
“Teman-teman sudah teriak kebakaran. Jadi kita berempat, saya sama bos yang masih di lantai atas, lompat dari atas,” kata salah seorang karyawan, Eva, di lokasi kejadian.
Eva mengatakan api diduga berasal dari lantai bawah toko sebelum merembet ke bagian dalam bangunan. Saat itu, kondisi di lantai satu sudah dipenuhi asap tebal sehingga tidak memungkinkan mereka turun melalui tangga.
“Di lantai satu sudah gelap banget karena asap. Kalau kami turun ke bawah, sudah tidak bisa karena apinya sudah besar,” ujarnya.
Akibat melompat dari lantai dua, Eva mengalami luka pada bagian kaki dan langsung mendapat perawatan. Meski berhasil menyelamatkan diri, sebagian besar barang pribadi para karyawan tidak sempat dibawa keluar.
“Hape, tas, sama barang-barang teman yang lain hangus semua. Kami tidak sempat padamkan api karena sudah panik banget,” katanya.
Menurut Eva, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Sebab, stok oli di depo tersebut baru saja datang dalam jumlah besar.
“Kalau total kerugian kayaknya miliaran. Barang kemarin datang hampir seribu,” ucapnya.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram, Multazam, mengatakan petugas membutuhkan waktu cukup lama untuk memadamkan api karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam bangunan.
Selain itu, tumpahan oli di dalam dan sekitar lokasi membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Petugas harus berhati-hati agar api tidak semakin meluas.
“Objek yang terbakar berisi oli dan bahan lain yang mudah terbakar, sehingga api cepat membesar. Kami mengerahkan 10 unit damkar dibantu water canon dari Polda NTB dan Brimob,” kata Multazam.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan depo dan seluruh isinya hangus terbakar.
Kebakaran juga menyebabkan oli tumpah dan tercecer hingga ke sepanjang jalan masuk menuju Lingkungan Pelembak. Kondisi itu membuat permukaan jalan menjadi licin dan membahayakan pengendara.
Warga yang melintas diminta ekstra hati-hati, terutama pengendara sepeda motor, karena jalan di sekitar lokasi kebakaran dipenuhi tumpahan oli.
Hingga Senin sore, petugas masih melakukan pendinginan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari arus pendek listrik di bagian bawah bangunan.














