Lombok Timur, Jurnalekbis.com — Kebakaran menghanguskan satu unit rumah permanen di Dusun Bila Kembar, Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 18.15 WITA. Api diduga berasal dari korsleting listrik pada charger ponsel yang berada di dalam kamar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bagian atap rumah dan seluruh isi perabotan dilaporkan hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.
Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana melalui Kasi Humas IPTU Lalu Rusmaladi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut rumah yang terbakar milik seorang perempuan lanjut usia bernama Inaq WN (60), warga setempat yang berprofesi sebagai petani.
“Peristiwa kebakaran terjadi pada Selasa petang. Dugaan sementara akibat korsleting listrik dari charger HP yang berada di atas tempat tidur,” ujar Rusmaladi dalam keterangannya.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kobaran api dari dalam rumah korban. Saksi Kurnawan (25), yang juga kepala wilayah (kawil) Dusun Bila Kembar, mengaku mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan.
“Saya dengar warga berteriak kebakaran, lalu langsung menuju lokasi bersama masyarakat untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya,” kata Kurnawan.
Saat kejadian, pemilik rumah diketahui tidak berada di dalam rumah. Ia sedang duduk di teras rumah tetangga yang berada tepat di depan rumahnya. Dari tempat itu, korban melihat langsung api mulai membesar dari salah satu kamar.
“Api pertama kali muncul dari tempat tidur di dalam kamar yang terdapat charger HP,” tambahnya.
Upaya pemadaman awal dilakukan warga secara gotong royong sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Sekitar pukul 18.30 WITA, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Kecamatan Pringgabaya tiba di lokasi setelah sebelumnya dihubungi oleh Kepala Wilayah Monek, Rasyid Ridho (34).
Petugas langsung melakukan penyemprotan dan berhasil menjinakkan api sekitar 30 menit kemudian. Meski api berhasil dipadamkan, sebagian besar bangunan rumah terutama bagian atap dan isi rumah tidak dapat diselamatkan.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal. Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan PLN guna memastikan kondisi jaringan listrik di sekitar lokasi.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik dan penggunaan alat elektronik,” kata Rusmaladi.
Ia menambahkan bahwa lokasi kejadian berada di kawasan permukiman padat penduduk sehingga berpotensi memperbesar risiko jika api tidak segera ditangani.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara tetap mengarah pada korsleting listrik, namun pemeriksaan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan sumber api.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan perangkat elektronik di rumah, terutama saat meninggalkan charger dalam kondisi terhubung dengan listrik tanpa pengawasan.














