Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Gelaran GT World Challenge Asia (GTWCA) kembali menjadi sorotan jelang seri Pertamina Mandalika International Circuit pada 2–3 Mei 2026. Di tengah dominasi pembalap China dan persaingan ketat lintas kelas, kehadiran wakil Indonesia seperti Sean Gelael menambah daya tarik balapan yang kian kompetitif.
Sejak pertama kali digelar pada 2017, GTWCA memang belum memiliki sejarah panjang. Namun, dalam waktu singkat, kejuaraan ini berkembang menjadi salah satu ajang balap GT paling kompetitif di Asia, dengan berbagai kategori seperti Pro-Am, Silver-Am, hingga Am yang memperebutkan gelar juara di masing-masing kelas serta titel umum.
Dominasi pembalap asal China menjadi salah satu cerita utama dalam beberapa musim terakhir. Dua nama, Anthony Liu Xu dan Yuan Bo, tercatat sebagai pembalap dengan koleksi gelar terbanyak. Keduanya sama-sama mengantongi tiga gelar, meskipun melalui jalur berbeda.
Anthony Liu Xu meraih satu gelar juara umum pada 2023, serta dua gelar di kelas Pro-Am pada 2023 dan 2024. Sementara Yuan Bo tampil impresif dengan dua gelar juara umum pada 2024 dan satu gelar di kelas Silver-Am di tahun yang sama. Konsistensi ini menegaskan kuatnya dominasi China di lintasan GT Asia.
Di tengah dominasi tersebut, Indonesia tidak sekadar menjadi tuan rumah. Nama David Tjiptobiantoro mencuri perhatian lewat performa stabil di kelas Am. Ia sukses meraih gelar juara dua musim beruntun pada 2024 dan 2025, sekaligus memperkuat eksistensi Merah Putih di kancah balap regional.
Bersama tim Garage 75, David konsisten menjadi ancaman serius di kelasnya. Meski berstatus juara bertahan, ia memilih strategi berbeda musim ini dengan tidak mengikuti seluruh seri.
“Saya selalu bangga bisa mengibarkan bendera Indonesia sebagai juara. Namun pada tahun ini saya lebih memilih untuk tidak tampil di semua putaran, ada fokus ke individual race,” ujar David.
Untuk musim 2026, David hanya turun di beberapa seri seperti Sepang, Shanghai, dan Fuji. Ia juga berbagi kokpit dengan pembalap Italia, Christian Colombo.
Menariknya, pada seri Mandalika, David absen. Namun, kehadiran Indonesia tetap terjaga melalui Sean Gelael yang tampil di kelas lebih kompetitif, yakni Silver. Langkah ini sekaligus menandai peningkatan level persaingan bagi pembalap nasional di GTWCA.
Di kategori tim, dominasi juga datang dari China. Origine Motorsport tampil konsisten dengan meraih gelar juara kelas GT3 pada 2024 dan 2025, mempertegas kekuatan mereka di level regional.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menegaskan bahwa kehadiran GTWCA di Mandalika bukan sekadar balapan, melainkan peluang strategis bagi pembalap Indonesia.
“GT World Challenge Asia bukan hanya ajang balap, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pembalap-pembalap berkualitas yang mampu bersaing di tingkat Asia. Kehadiran Sean Gelael di Mandalika tentu menjadi suatu kebanggaan tersendiri,” ujarnya.
Menurut Priandhi, penyelenggaraan balapan di Mandalika diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam kalender motorsport internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem balap nasional.
Balapan GTWCA di Mandalika diprediksi menyajikan duel sengit, tidak hanya antar pembalap, tetapi juga antar tim dengan teknologi dan strategi berbeda. Suara mesin dan atmosfer balap kelas dunia akan kembali menggema di Lombok, menjadi magnet bagi penggemar otomotif Tanah Air.
Panitia juga membuka akses bagi penonton untuk menyaksikan langsung di sirkuit maupun melalui siaran resmi kanal YouTube GT World dan THEMANDALIKAGP.
“Kami mengundang seluruh pecinta motorsport di Indonesia untuk datang langsung ke Mandalika dan merasakan atmosfer balap kelas dunia. Ini adalah kesempatan langka untuk melihat para pembalap terbaik Asia, termasuk wakil Indonesia, berlaga di kandang sendiri,” tutup Priandhi.














